You are here: Home > About Us > History of GMII-USA

About Us: History of GMII-USA


Indonesia Evangelical Mission Church (IEMC) Los Angeles was established in 1989 with a different name: Indonesian Evangelical Gospel Church (IEGC), when Pastor Petrus Oktavianus with 20 Indonesian came to LA. Pastor Willy Amrul was appointed as the first Pastor.

At the time, the quantity of IEGC's congregation did not grow, but it decreased to four people until the day the Lord sent Pastor Sem Sikitari to LA. With Jansen Tarigan they rebuilt IEGC by having fellowship/Sunday services at homes instead of in a church setting. Some of the services were held in the homes of Ms. Ann and Jansen Tarigan's family in Santa Ana.

Praise the Lord, the rebuilding of IEGC was blessed and the home fellowship started to grow. Because the number of people increased tremendously, we decided to rent a meeting room at the Lord's Grace Assembly Church in Downey to hold the services. The number of attendees continued to grow, then we decided to rent the church's sanctuary on Sunday afternoons. Pastor Sem Sikitari became the main Pastor, but Pastor Willy Amrul stayed to help out for a while.

For the sake of IEGC's growth, in December of 1991 we decided to establish an Incorporation for the church that's accredited by the State of California and tax exempt by the IRS.

IEGC's services/fellowships continued to grow in LA. The people who served faithfully at the time were Pastor Sem Sikitari and the late Mrs. Dolly Sikitari, Simon Tarigan, Jewry Ramos, Ricky, Lolita Theodora, and Pieter Tarigan.

In 1991, the Sinode of IEGC in Indonesia experienced some hardship. IEGC split into two different organizations: IEMC (Indonesian Evangelical Mission Church) and GEKARI. IEMC was still under the leadership of Pastor Petrus Oktavianus, and GEKARI was under the leadership of Pastor Daniel Henubau. That's when IEGC in LA also changed its name to IEMC.

In 1992, Pastor Sem Sikitari had to return to Batu-Malang, Indonesia, and he appointed Pastor Halim Makmur to be the main Pastor of IEMC LA. Since then, IEMC continued to have different pastors, based on the system created by the sinode in Indonesia, which required the pastors to change locations every 3-5 years, depending on the need of each congregation. The next Pastor of IEMC was Pastor Sem Hattu, who served for a little over two years. After Pastor Hattu left, the sinode in Indonesia sent Pastor Dicky Ngelyaratan to serve in LA.

In 2000, Pastor Dicky was chosen to be the leader of Sinode in Indonesia; therefore he had to leave. Pastor Ferdinand Manafe was sent to LA to replace him. During Pastor Manafe's term, he opened two branches of IEMC in the US, which were in Tulsa, Oklahoma and Glendale, California. Due to some problems, the Oklahoma branch was closed, and the Glendale location desired to be on their own and no longer be a part of IEMC. After the separation they became the "In Christ Ministry", with Pastor Musiko Ing Budi as their main Pastor.

After Pastor Ferdinand Manafe left, IEMC was pastored by Pastor Zakharias Pattimukay. Pastor Manfe had to return to Batu-Malang, Indonesia and serve at the Evangelical Institute of Indonesia in Batu. In June of 2005, due to structure change within the Sinode of IEMC, the Sinode decided to replace Pastor Pattimukay with Pastor Ricky David Lomban, who is still serving as the main Pastor until today.

After 17 years of existence, IEMC is thankful even though it has been through a lot of trials and tribulations, the Lord still wants to use IEMC and its congregations to serve Him. We are also thankful because IEMC is used by God to spread its wings and started to function as the real Mission church by adopting the Triqui tribe in Mexico. We also have sent two of our elders to visit and support the mission work there. Praise the Lord that during the time missionaries Pieter and Marni Tarigan were there, they had 30-50 people who attended Sunday Service at their home. IEMC is also used by God to send Jim and Mena Davis as missionaries to Banda Aceh in Sumatra, Indonesia.

May IEMC continues to be used by God and can prove themselves as a real Mission Church who really serves and support mission work throughout the world, based on the vison and mission given by the Lord, Jesus Christ, who owns and leads His Church. Solideo Gloria...May the glory and honor be given to Him.

- - - - - - - - - - - - - - - - -

Gereja Misi Injili Indonesia mulia didirikan pada tahun 1989 dengan nama Gereja Pekabaran Injil Indonesia, ketika Pdt. Petrus Oktavianus dengan kira-kira 20 orang dari Indonesia datang berkunjung ke LA. Sebagai pendeta pertama, diangkatlah Pdt. Willy Amrul sebagai gembala GPII pada waktu itu.

Dalam perkembangannya ternyata GPII bukan semakin bertambah tetapi semakin sedikit, yang akhirnya tinggallah 4 orang saja yang beribadah. Akhirnya Tuhan mengirim Pdt. Sem Sikitari datang ke LA. Bersama dengan Pak Jansen, mereka berusaha memulai lagi GPII tapi tidak di dalam gedung gereja. GPII dimulai lagi dalam bentuk persekutuan-persekutuan di rumah-rumah. Kebaktian rumah-rumah ini diadakan diantaranya di rumah ibu Ann dan di rumah Kel. Jansen Tarigan di Ninth Street.

Puji Tuhan, karena usaha untuk memulai lagi GPII diberkati Tuhan, karena persekutuan di rumah-rumah ini mulai berkembang. Karena jumlah orang yang beribadah semakin banyak, maka diputuskanlah untuk kebaktian dipindahkan atau diadakan kembali di gereja Downey yakni di meeting room di belakang (yang sekarang ini biasanya dipakai oleh majelis GMII untuk rapat). Setelah terus berkembang sampai 30 orang yang beribadah, akhirnya kebaktian dipindahkan di ruang sanctuary. Pdt. Willy Amrul masih membantu Pdt. Sem Sikitari sebagai gembala.

Demi perkembangan GPII, maka pada December 1991 diputuskanlah untuk membentuk Incoorporated bagi GPII yang diakui oleh California State dan sekaligus mendapatkan Tax Excempt dari IRS.

GPII terus menapakkan kaki di LA. Kebaktian terus berlanjut. Orang-orang yang melayani pada awal-awal gerejai ni adalah Pdt. Sem dibantu dengan Ibu Dolly (alm), Pak Simon, Jerry, Ricky, Lolita dan Pak Pieter Tarigan. Tidak lama kemudian Pdt. Amrul mengundurkan diri dan karena itu GPII harus pindah gereja ke Florence Ave.

Pada tahun 1991 Sinode GPII mengalami gejolak yang mengakibatkan GPII pecah menjadi dua, GMII dan GEKARI. GMII tetap dibawah pimpinan Pdt. Petrus Oktavianus, sedangkan GEKARI dibawah pimpinan Pdt. Daniel Henubau. Sejak saat itu pulalah GPII di LA berubah nama menjadi GMII yakni Gereja Misi Injili Indonesia.

Pada tahun 1992, Pdt. Sem harus kembali ke Batu dan sebagai penggantinya adalah Pdt. Halim Makmur. Sejak saat itu, GMII LA terus mengalami pergantian gembala berdasarkan keputusan sinode yang memberlakukan system mutasi per 3 – 5 tahun masa kerja (sesuai kebutuhan dalam lading pelayanan). Setelah Pdt. Halim Markus, GMII digembalakan oleh Pdt. Sem Hattu selama kurang lebih 2 tahun. Setelah Pdt. Sem Hattu, Sinode di Indonesia mengirim Pdt. Dicky Ngelyaratan untuk menggembalakan GMII LA. Pada tahun 2000, Pak Dicky terpilih sebagai Ketua Sinode, oleh karena itu beliau harus kembali ke Indonesia. Diutuslah Pdt. Ferdiand Manafe untuk menggantikannya. Dalam masa pelayanan Pdt. Ferdinand, GMII sempat membuka dua cabang yakni di Oklahoma dan di Glendale, yang keduanya dibawah naungan GMII Downey sebagai gereja induk. Karena masalah efektifitas pelayanan, maka cabang di Oklahoma ditutup, sedangkan cabang di Glendale telah memutuskan untuk berdiri sendiri dengan nama In Christ Ministry Glendale dengan Pdt. Musiko Ing Budi sebagai gembalanya.

Setelah Pdt. Ferdinand Manafe, GMII digembalakan oleh Pdt. Zakharias Pattimukay. Pdt. Manafe harus kembali ke Batu dan membantu pelayanan melayani di Institut Injil Indonesia di Batu. Pada Juni 2005 karena ada mutasi hamba Tuhan dalam tingkat sinode GMII, maka Berdasarkan keputusan Sidang Sinode 2005 Pdt. Zakaharias Pattimukay digantikan oleh Pdt. Ricky Lomban yang melayani sampai sekarang ini.

Dalam memasuki usia ke-17 ini, GMII bersyukur karena walaupun harus melewati banyak tantangan dan pergumulan, gejolak dan air-mata, tapi Tuhan masih mau memakai GMII untuk terus melanjutkan pelayannannya. Bersyukur karena GMII Tuhan pakai juga untuk mulai mengembangkan sayap pelayanannya dan mulai menjalankan fungsinya sebagai gereja misi. Antara lain adalah mengadopsi Suku Triqui di Mexico, Sehubungan dengan ini, maka GMII telah dua kali mengutus majelisnya untuk berkunjung dan mendukung pelayanan di antara Suku Triqui. Bersyukur karena sampai hari ini ada sekitar 30-50 orang yang beribadah setiap minggunya di rumah Pdt. Pieter & Ibu Marni (missionaries yang melayani di sana). Dan hari ini, sekali lagi GMII kembali dipakai dan dipercayakan Tuhan lagi untuk mengutus Kel. Davis sebagai missionaries ke Banda Aceh.

Kiranya GMII terus dipakai Tuhan dan mampu membuktikan diri sebagai gereja yang missioner yang sungguh-sungguh mendukung pelayanan pekabaran Injil dan pelayanan misi sedunia, sesuai dengan Visi MIsi & Amanat Agung yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai Yang Empunya & Kepala Gereja. Solideo Gloria….Segala Kemuliaan Hanya Bagi Dia. MAJU TERUS GMII!

 

 

About Us
History of GMII
History of GMII-USA
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations
 
Quick Facts

Pastor
Rev. Ricky David

Sunday Service
starts at 3:30 PM

Address
7360 Foster Bridge Blvd.
Downey, CA, 90240

Come and Join Us!!!

 
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11)
     
Gereja Misi Injili Indonesia - U.S.A. (Downey, CA) | 2007 - 2009
Website design and management by EnggWeb.com
Home

Our Programs

Local Programs
Mission Programs

Pastor's Blog

 

News

About Us

History of GMII
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations

Events
Galleries

 

Contact

Local Pastor
Fellowship Schedule
Church Address
Administrative
Children Ministry
Counseling & Prayer
Contact Form