You are here: Home > About Us > History of GMII
: History of GMII
OVERVIEW
The identity of a church can not be separated from its Vision, Theology, and Mission. IEMC's identity is a Mission Church that believes in Evangelical Theology. IEMC is a Reform Evangelism and a Mission Church; therefore, IEMC's doctrine can not be separated from Protestant and Evangelism.
PRINCIPLE THEOLOGY
The foundation of IEMC is Jesus Christ as the head of the church (1 Cor.3:11). However the principle of IEMC is based on Theology that can not be separated from church histories. IEMC's doctrine has to be seen from historical Christian doctrines. IEMC's statement of faith is based on:
- Holy Bible (Inspires, Infallibilities and Inerrancy)
- Teaching of apostles (Apostolic Faith)
- Teaching of reforms (Reformed Orthodoxy)
- Confession of Lausanne for evangelism
- Confession of faith from Evangelism
HISTORY OF IEMC
IEMC Downey was founded by Dr. Samuel Ajub Sikitari and his friends in September 1990. Dr. Makmur Halim became the pastor from 1994 to 1996.
In 1996, Sam Hattu B.Th was the pastor for couple of months. Not long after that, IEMC Downey struggled because church administration. In March 13, 1997, Dr. Dicky Ngelyaratan was sent from Indonesia to become pastor until February, 2000. He went back to Indonesia because he was chosen as the leader of IEMC Synod in Indonesia.
IEMC AS A MISSIONARY CHURCH
Why does IEMC support mission?
- Mission principle: to fulfill the great mandate of Jesus Christ (Matthew 28:19-20) such as: evangelism and mission."
- To reach out to people who does not know the Lord to make them have a personal relationship with Jesus Christ and become an active member of a biblical church.
Prepared by Rev. Dr. Dicky Ngelyaratan Leader of IEMC Synod, Indonesia
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Identitas gereja dalam konteks denominasi, tidak dapat dipisahkan dari
identitas Visi, Teologia dan Misi (Vision, Theology and Mission) yang
dianut gereja tersebut. Gereja yang bernama Gereja Misi Injili
Indonesia menyatakan identitas gereja sebagai gereja misioner dan
menganut Teologia yang Injili (Evangelical Theology). Melihat secara
comprehensive akan Tata Gereja dan statement of Faith GMII, maka GMII
adalah gereja Reformasi Injili dan Misioner. Dengan demikian GMII
memiliki doktrin yang tidak dapat dipisahkan dari Protestan (dalam
pengertian “Protestimonium” bertitik tolak dari Alkitab Perjanjian Lama
dan Baru) dan Injili.
KERANGKA DASAR THEOLOGIA Dasar
gereja GMII berdiri di atas dasar Yesus Kristus Kepala Gereja (I
Korintus 3:11), namun kerangka dasar Teologia GMII berdiri atas
azas-azas Teologia yang tidak dapat dipisahkan dari hal historis atau
sejarah gereja. Bagaimanapun juga kerangka Dasar Doktrin GMII harus
dilihat dari perjalanan sejarah doktrin Kristen. Secara garis besar
Statement of Faith GMII didasarkan atas:
- Alkitab (Inspirasi, Infalibilitas dan Innerancy)
- Ajaran Para Rasul (Apostolic Faith)
- Konfesi Nicea dan Konstantinopel.
- Ajaran para Reformator (Reformed Orthodoxy)
- Konfesi Lausanne (Ikrar Lausanne bagi kaum Injili se-dunia)
- Konfesi Westminster (Confession of Faith dari kaum Protestan Injili)
- 7 butir Pernyataan Iman GMII(hasil Sidang Sinode d/h GPII 1987
direvisi pada Sidang Sinode GMII 1993 di Anjungan, kalimantan Barat.
BERDIRINYA GMII Secara historis GMII (dahulu GPII) lahir di
dalam dan melalui pelayanan YPPII (Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil
Indonesia) pada tahun 1983 di Sintang Kalimantan Barat, sehingga di
dalam mukadimah Tata Dasar dan Tata Rumahtangga GMII dijelaskan :”maka
gereja yang didirikan memiliki dan mengakui pemahaman teologia yang
sama dengan pemahaman teologia dalam wadah (badan Misi) YPPII. Konsep
teologia yang sama ialah konsep teologia dalam konteks Misiologis. Di
dalam konteks teologia Misi, GMII refleksikan Aspirasi Misiologis YPPII
di dalam ministries atau pelayanan GMII. Seperti halnya Penginjilan
Pribadi, Counseling, Pelayanan pertobatan, Kelahiran baru, Evangelisasi
Kebangunan Rohani, Penginjilan dan pelayanan Pelepasan Occultism.
Secara
historis GMII Downey Los Angeles didirikan oleh Pdt.DR. Semuel Ajub
Sikitari dengan kawan-kawan pada bulan September 1990 yang sebelumnya
telah dipersiapkan pada tahun 1989. Kemudian GMII Downey dikembangkan
oleh Pdt.DR. Makmur Halim dari tahun 1994 s/d 1996. Pada tahun 1996
hanya beberapa bulan GMII Downey digembalakan Pdt. Semuel Hattu, S.Th
lalu GMII Downey mengalami ujian berat karena masalah doktrin dan
administrasi Gereja. Pada tanggal 13 Maret 1997 Pdt. DR. Dicky
Ngelyaratan diutus oleh Sinode GMII Jakarta untuk menggembalakan GMII
Downey sampai dengan Februari tahun 2000.
KONSEP GEREJA Konsep
Gereja yang dianut GMII tertulis dalam Pernyataan Iman GMII Bab VI
demikian : Kami percaya bahwa Gereja adalah Persekutuan orang-orang
Percaya yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan Yesus Kristus dari
tempatnya yang gelap kepada Terang-Nya yang ajaib” , menjelaskan dua
hal : pertama, Gereja adalah persekutuan orang Percaya. Kedua, Gereja
adalah orang-orang yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan Yesus Kristus.
Melihat dalam konteks Inkarnasional, Gereja adalah juga Tubuh Kristus
yang bersifat dinamis dan Hidup (mengingat Tubuh Kebangkitan Kristus).
Meskipun kenyataannya, Gereja diukur secara gedung dan Organisasi
adalah rekayasa manusia yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan,
namun Gereja adalah inkarnasi Kristus sebagai Tubuh-Nya dan sekaligus
Kristus sebagai Kepala. Supremasi Firman Tuhan menjadi kenyataan di
dalam kehidupan manusia, khususnya di dalam kehidupan Gereja (Et Verbum
Caro Vactum). Itu sebabnya eksistensi Gereja bersifat kekal, karena
Kristus berkata : alam maut tidak akan menguasainya!
Gereja
harus dipahami sebagai suatu komunitas yang atas prakarsa Allah
dipanggil keluar dan dibebaskan dari gelap masuk ke dalam Terang.
Pemahaman gereja yang misioner dan Injili bukan hanya berorientasi pada
hal-hal akhirat saja, tetapi gereja sebagai komunitas yang terbentuk
atas prakarsa Allah, juga diutus Allah (Missio Dei) masuk ke dalam
pergumulan dunia, solider dengan manusia sebagai subyek Kasih Allah.
Sebab itu Gereja yang adalah komunitas dan sekaligus Lembaga concern
(Visible Church dan Invisible Church) terhadap berbagai perkembangan
yang terjadi dalam lingkungannya. Gereja tidak boleh menjadi komunitas
dan Lembaga yang apatis, introver, eksklusif, Vertikalistik dan elite.
GMII SEBAGAI GEREJA MISIONER Mengapa GMII disebut Gereja Misioner, atau Gereja yang mengupayakan Misi? Beberapa alasan menjawab Pertanyaan tersebut:
- Alasan misi dalam Tata Dasar/Tata Rumahtangga GMII Bab II Pasal
dengan judul Maksud dan Tujuan : “GMII ini bertujuan melaksanakan
Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Matius 28:19-20) melalui Pembinaan
Jemaat, Pekabaran Injil dan Misi…..”
- Alasan Misiologis-Eklesialogis : “Segala sesuatu yang mencakup soal
membawa. Orang-orang yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan YESUS
KRISTUS, ke dalam Persekutuan dengan DIA dan membawa mereka menjadi
anggota Gereja yang bertanggungjawab.
- Alasan Historis Sebagaimana tertulis dalam Mukadimah TD/TRT GMII
didirikan (dilahirkan) oleh Badan Misi yang bernama YPPII : “Bahwa
sebagai akibat pelayanan Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia
(YPPII) kami terpanggil menjadi imamat yang Rajani. Atas dorongan Roh
Kudus YPPII bersama kami dengan penuh sukacita dan sehati sepikir
mendirikan satu Gereja. Bahwa demi panggilan dan Pelayanan Gereja untuk
melaksanakan Amanat Agung TUHAN YESUS KRISTUS….”
MISI GMII Adalah menjadikan Semua bangsa Murid Tuhan Yesus Kristus melalui:
- Memenangkan mereka
- Memuridkan mereka dan Mengutus mereka, melalui Pekabaran Injil, Pembinaan-Pemuridan dan Pengutusan.
Disusun oleh
Rev. DR. Dicky Ngelyaratan Ketua Sinode Pusat
|
|
| Quick Facts |
|
Pastor Rev. Ricky David
Sunday Service starts at 3:30 PM
Address 7360 Foster Bridge Blvd. Downey, CA, 90240
Come and Join Us!!!
|
| Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11) |
|
|