You are here: Home > Pastor's Blog

Pastor's Blog


March 16, 2009, 11:38 am
KEHIDUPANNYA, PELAYANANNYA & MASALAH HIDUPNYA. Teks Alkitab : I Samuel 1:20-28 ; 2:26 ; 8:1-9 ; 12:2.
PENDAHULUAN

Menurut A.W Tozer : Berdasarkan standart manusia, umat manusia dapat dibagikan kepada empat golongan yang berbeda : Mereka yang besar tapi tidak baik, yang baik tapi tidak besar, yang besar dan baik dan yang terakhir adalah mereka yang tidak baik dan juga tidak besar. Dalam Alkitab, dalam kehidupan sehari-hari, dalam sejarah dunia bahkan dalam kehidupan gereja kita dapat melihat golongan-golongan manusia ini.

KALIMAT PERALIHAN

Hari ini kita akan belajar dari seorang tokoh dalam Perjanjian Lama yakni SAMUEL. Yang pasti dalam sejarah Alkitab dan sejarah Bangsa Israel, SAMUEL dikenal sebagai orang besar, bahkan tokoh ini disejajarkan dengan tokoh-tokoh seperti ABRAHAM dan MUSA. Samuel adalah Hakim terakhir dan terbesar dan yang pertama di antara paran abi pada jaman PL. Ia adalah pengganti Imam Eli dalam sejarah keimaman bangsa Israel.

Alkitab juga menggambarkan tokoh yang satu ini sebagai seorang yang sangat peka secara rohani, yang sedangmengadakan suatu upaya pembinaan untuk maksud mengembangkan agama yang benar ; Samuel juga terlibat secara mendalam dalam urusan-urusan kenegaraan. Ia dipercayai untuk mengurapi dua orang pemimpin nasional Israel yang juga sekaligus sebagai raja pertama Israel (Saul & Daud).

Dapatkah kita menggolongkan Samuel sebagai tokoh besar sekaligus juga baik dan bijak. Inilah yang akan kita pelajari bersama-sama sore hari ini. Dalam mempelajari Tokoh ini, saya ingin kita sama-sama melihatnya dalam tiga bagian atau tiga serpihan besar kehidupannya : 

   1. MASA HIDUP SAMUEL
   2. PELAYANAN SAMUEL
   3. MASALAH HIDUP SAMUEL

Kiranya dari belajar tiga serpihan besar hidup Samuel, kita sama-sama bias belajar sesuatu. Paling tidak bias memutuskan apakah Samuel adalah tokoh besar sekaligus bijak atau orang biasa yang tidak besar tapi bijak, menurut pembagian golongan dari A.W Tozer. Setelah itu kita dapat sama-sama dapat memikirkan, kira-kira pelajaran berharga apa yuang dapat kita petik dari Tokoh ini.

1. MASA HIDUP SAMUEL:

Kelahiran & Masa Kecil Samuel

Samuel pasti tidak tahu atau belum bisa tahu dan banyak mengerti bagaimana kelahirannya dan hidup masa kecilnya. Tapi dari sejarah dan cerita dalam Alkitab , kita sama-sama tahu bagaimana proses kelahiran Samuel dan bagaimana masa kecilnya. Yang pasti dari proses kelahiran Samuel kita belajar satu hal : Samuel adalah harta terbesar dan tidak ternilai dari keluarganya, dari ayah dan ibunya, karena Samuel sesuai dengan namanya adalah anak yang lahir dari pergumulan yang sangat berat dari seorang ibu yang mandul, anak yang lahir karena permintaan atau jeritan dan tangisan yang dalam dari seorang ibu yang bernama Hana. Tapi, apa yang Alkitab katakan : Harta terbesar dan tidak ternilai ini diserahkan sebagai pemberian terbaik kepada Tuhan. Hana menggenapi janjinya kepada Tuhan dan mempersembahkan Samuel kepada Tuhan. Hana mendapatkan Samuel dari Tuhan dan mengembalikannya kembali kepada Tuhan untuk dipakai oleh Tuhan (Perhatikan I sam.1:1-28).

Sedangkan dalam mempelajari masa kecil Samuel, saya belajar satu hal ketika membaca dan merenungkan tokoh ini : Samuel sejak kecilnya telah dilatih oleh orang-tuanya dan juga dibentuk oleh lingkungan sekitarnya yang kebetulan adalah lingkungan Bait Allah : Dilatih untuk menjadi seorang ‘pelayan’ (I Sam.2:18). Bukan dilatih menjadi pembantu rumah-tangga, tapi jiwa dan mentalnya, karakternya dilatih dan terbentuk menjadi seorang dengan jiwa dan mental pelayan : Melayani Tuhan-Nya, memperhatikan kepentingan orang lain, mengasihi orang lain, tidak bersifat egosentris dan egoistic. Bagaimana dengan kita dan anak-anak kita?

Illustrasi: Pernah mendengar istilah ‘Servant Leadership’ atau ‘Leadership Level Five’? Istilah Servant Leadership dipopulerkan oleh seorang yang bernama Robert Greenleaf pada tahun 1906 yang kemudian diteruskan oleh Ken Blanchard pada tahun 1967. Sedangkan istilah ‘Leadership Level 5’ dicetuskan oleh : Jim Collins. Yang menarik disini adalah : Survey membuktikan bahwa usaha-usaha atau perusahaan-perusahaan terbesar di Amerika (antara lain: Wells Fargo, Kimberly-Clark, Circuit City, Gillette & Walgreen) bisa berhasil karena para pemimpin atau kelompok eksekutifnya adalah orang-orang yang menerapkan model kepemimpinan ‘Servant Leadership’ dan juga ‘Leadership Level Five’ yang model kepemimpinan yang menghamba dan menggabungkan besar yang paradox yaitu kerendahan hati pribadi dan kehendak serta kemauan yang kuat dan professional.

Masa Pertumbuhan Samuel

Perhatikan I Sam. 2:26 : Alkitab katakan, Samuel yang muda itu semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia. Terjadi keseimbangan dalam pertumbuhan Samuel, dia tidak hanya bertumbuh secara jasmani saja, tapi juga bertumbuh secara jiwa, mental, karakter dan juga kerohanian. Bagaimana dengan pertumbuhan jiwa kita, karakter kita, dan kerohanian kita? Apakah kita bisa membuktikan diri bahwa kita makin bertambah usia, juga makin bertambah dewasa dalam jiwa dan cara berpikir, apakah kita juga bertambah usia dan juga makin bijaksana, makin bertambah usia, kita juga mengalami pertumbuhan secara rohani? Kita yang bisa menilainya !

Masa Tua Samuel

Menarik ketika Alkitab menuliskan tentang masa tua Samuel dalam I Samuel 7:15-8:1. Samuel seperti manusia biasa, akhirnya juga menjadi tua. Tapi Alkitab katakan : Selama hidup Samuel, selama Samuel memerintah menjadi Hakim atas orang Israel seumur hidupnya. Bagi Samuel tidak ada kata ‘pensiun’ dalam pelayanan. Terpanggil menjadi pelayan Tuhan, itu berarti seumur hidupnya terus melayani Tuhan. Dalam kamus hidup Samuel, tidak ada kata ‘istirahat dulu’ atau untuk saat ini saya tidak aktif dulu. Bagi Samuel, pelayanan adalah sesuatu yang sangat sacral dan serius. Tidak boleh main-main dengan panggilan Tuhan ini.

Illustrasi: Saya pribadi pun pernah berkali-kali diajar oleh Tuhan mengenai masalah ini. (Saya pernah menyaksikan kepada bapak dan ibu waktu persekutuan keluarga di apartemen saya). Dari beberapa pengalaman ini saya belajar hal penting dan berharga dan saya berdoa agar tidak mengulanginya lagi. Pelayanan kita dalam dunia ini, khususnya dalam gereja, sekecil apapun itu, lakukanlah dengan serius, dengan takut dan gentar karena yang kita layani adalah Raja di atas segala Raja. Kita sudah dapat hidup kekal dan kita katakan itu anugerah, kita juga sudah bisa melayani dan kita katakan ini pilihan Tuhan. Apalagi yang kita cari sebenarnya? Apakah karena anugerah dank arena bukan kita yang mau tapi Tuhan yang pilih, sehingga kita bisa seenaknya dalam melayani? Kita tidak layak sebenarnya, tapi Tuhan melayakkan kita. Mengapakita tidak belajar menghargainya !

2. PELAYANAN SAMUEL

Kita dapat belajar paling tidak dua hal berharga dan penting dalam pelayanan Samuel sebagai Hakim atas bangsa Israel :

1. Kehidupan Doa Samuel. Dalam sejarah Israel, Samuel sangat dikenal melalui doa-doanya yang selalu mendatangkan mujizat. Setiap kali Samuel berdoa, bangsa Israel bisa melihat bagaimana Tuhan menjawab. Alkita mencatat karena doa-doanyalah maka Tangan Tuhan melawan orang Filistin seumur hidup Samuel (I Sam.7:13). Selama dibawah kepemimpinan Samuel, bangsa Israel tidak pernah kalah dari bangsa Filistin yang besar dan kuat.

2. Ketegasan & Kemurnian pelayanan Samuel. I Samuel 12:3-5 mencatat kesaksian Samuel sekaligus pembelaan Samuel terhadap pelayanannya : “Di sini aku berdiri. Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak masa mudaku sampai hari ini. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan Tuhan dan di hadapan orang yang diurapiNya. Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu. Jawab mereka: Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memberlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapa pun. Lalu berkatalah Samuel kepada mereka: Tuhan menjadi saksi kepada kamu.” Samuel tegas dalam menyatakan kebenaran, diatidak takut menyatakan suara Tuhan kepada Imam Eli yang notabene adalah seniornya, setelah mendengar suara Tuhan, tapi Samuel juga murni dalam melayani. Dia tahu benar, bahwa dia melayani dengan murni tidak dengan tuntutan apapun.

3. MASALAH HIDUP SAMUEL

Ternyata Alkitab mencatat, tokoh besar ini pun tidak lepas dari masalah dan beban hidup. Masalah pertama adalah anak-anaknya tidak hidup benar (kebanyakan pergumulan hamba-hamba Tuhan besar – I Sam.8:1-3). Alkitab mencatat, anak-anak Samuel hidup mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. Masalah kedua dalam sejarah hidup dan pelayanan Samuel adalah : Hakim, Nabi dan pemimpin besar Israel ini yang dikenal karena doa-doanya, dikenal karena keakrabannya dengan Tuhan, dikenal karena banyaknya mujizat yang dilakukannya di tengah bangsa Israel, dikenal karena kemurnian pelayannya, tidak didapatkan kesalahan dan dakwaan terhadapnya : Ternyata ditolak oleh bangsa Israel. Karena kegagalan anak-anaknya dan ini dilihat sebagai kelemahan Samuel (bangsa Israel sepertinya sudah lupa kebesaran dan kebaikkan dan kemurnian Samuel), Bangsa Israel secara terang-terangan tidak mau lagi dipimpin oleh Samuel / Hakim, tapi minta dipimpin oleh seorang Raja, seperti bangsa-bangsa lain. Ketika bangsa Israel melihat dan mencoba membandingkan dengan bangsa lain, maka hilanglah semua kebaikkan Samuel, hilanglah semua kebesaran Samuel. Yang terlihat hanyalah kekurangan dan kelemahannya. Ironis & tragis !

Tapi perhatikanlah keluasan hati dan kebaikkan hati Samuel (walaupun secara manusia, pada awalnya ketika mendengar permintaan bangsa Israel, dia kesal dan kecewa) : Karena kedekatan dengan Tuhan, akhirnya Samuel mendengar permintaan mereka, dia yang pergi mencari seorang raja bahkan dia sendiri yang mengurapi raja tersebut bagi bangsa Israel – Raja Saul. Samuel mendengar apa kata Tuhan: Dengarkanlah mereka, ikutilah apa mau mereka. Akhirnya karena ketegaran dan kedegilan hati bangsa Israel inilah, sejak dipimpin oleh seorang raja, Israel mengalami kehancuran. Tuhan ingatkan Samuel bahwa bukan kamu yang mereka tolak tapi AKU.

Saya teringat kepada satu survey yang saya baca di sini : Mengenai sebuah survey yang pernah dilakukan oleh Institut Pertumbuhan Gereja Fuller pada tahun 1991. Hasil surveynya mengungkapkan bahwa :

o 90% gembala bekerja lebih dari empat puluh enam jam per minggu
o 80% percaya bahwa pelayanan kegembalaan mempengaruhi keluarga mereka secara negative
o 33% mengatakan bahwa berada dalam pelayanan kependetaan jelas-jelas merupakan bahaya bagi keluarga mereka
o 75% melaporkan krisis berarti karena stress sedikitnya satu kali dalam pelayanan mereka
o 50% merasa mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan tugas sebagai gembala
o 90% merasa mereka tidak dididik secara memadai untuk menjawab tuntutan-tuntutan pelayanan kependetaan yang ditujukan kepada mereka
o 40% melaporkan konflik serius dengan seorang jemaat sedikitnya sekali dalam sebulan
o 70% gembala tidak mempunyai seseorang yang dapat mereka anggap sebagai sahabat karib
o 37% terlibat dalam perilaku seksual yang tidak pantas dengan seseorang di gereja
o 70% memiliki citra diri yang lebih rendah setelah mereka menjadi gembala daripada sebelumnya.

Rick Warren juga menuliskan dalam bukunya : “Salah satu point penting untuk melindungi gereja anda adalah: Dukunglah gembala siding dan para pemimpin anda. Tidak ada pemimpin yang sempurna, tetapi Allah memberi mereka tanggung-jawab dan otoritas untuk memelihara kesatuan gereja. Pada waktu konflik antar pribadi tugas itu merupakan pekerjaan yang tidak dihargai. Para gembala siding seringkali memiliki tugas yang tidak menyenangkan yaitu melayani sebagai penengah antara anggota-anggota yang terluka perasaan, berseteru atau tidak dewasa. Mereka juga diberi tugas yang mustahil yaitu berusaha membuat semua orang bahagia, yang Tuhan Yesus pun tidak bisa melakukannya.

KESIMPULAN

Beberapa pelajaran penting dari tokoh Samuel:

Apa pemberian terbaik kita untuk Tuhan? Apakah kita pernah berjanji kepada Tuhan dan sudah menepatinya? Apakah kita konsisten dengan doa dan kesaksian kita : Semua berkat yang saya miliki ini adalah dari Tuhan. Maukah kita memberikannya kepada Tuhan ketika Tuhan memintanya dari kita? Apakah yang menjadi harta terbesar dan paling berharga dalam hidup kita?

Bagaimana dengan kehidupan doa kita? Bagaimana dengan kedekatan kita dengan Tuhan? Apakah kita hanya menjadikan Tuhan yang utama ketika persoalan dan masalah dating? Apakah kita hanya berdoa dan dekat dengan Tuhan ketika krisis dan masalah dating? Ketika semuanya Nampak beres / ok, kita lupa Tuhan?

Bagaimana dengan kemurnian hati kita dalam pelayanan dalam melayani Tuhan? Yakinkah kita dengan ketulusan dan kemurnian hati kita? Orang lain lah di sekitar kita yang bisa menilai dan yang terpenting adalah Tuhan jadi saksi. Ingatlah selalu bahwa yang kita layani adalah Tuhan yang Maha Tahu. Masih bisakah kita objektif dalam pelayanan : Bisa mengatakan salah ketika salah dan mengatakan benar ketika benar?

Seberapa baik dan besar dan sempurnanya kita, tetap saja hidup ini penuh dengan masalah. Ada saja kelemahan dan ketidaksempurnaan yang dilihat oleh orang lain dalam hidup kita. Tokoh Samuel mengingatkan kita bahwa kita semua bukan manusia sempurna, kita semua punya kelemahan dan kegagalan, tidak satu pun kita yang sempurna.

Amin!

lesman giawa wrote:
March 22, 2012, 06:28 pm
thanks fery muchh... God Blees
(*) Required fields

 
Quick Facts

Pastor
Rev. Ricky David Lomban

Sunday Service
starts at 3:30 PM

Address
7360 Foster Bridge Blvd.
Downey, CA, 90240

Come and Join Us!!!

 
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11)
     
Gereja Misi Injili Indonesia - U.S.A. (Downey, CA) | 2007 - 2011
Website design and management by EnggWeb.com
Home

Our Programs

Local Programs
Mission Programs

Pastor's Blog

 

News

About Us

History of GMII
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations

Events
Galleries

 

Contact

Local Pastor
Fellowship Schedule
Church Address
Administrative
Children Ministry
Counseling & Prayer
Contact Form