You are here: Home > Pastor's Blog

Pastor's Blog


March 1, 2009, 08:16 am
Dalam Kerangka Doa Bapa Kami – Dikuduskanlah nama-Mu (Nats Alkitab : Mazmur 15:1-5, Matius 6:9, Matius 5:33-37)
ARTI ‘DIKUDUSKANLAH NAMAMU’

Hal pertama yang harus diingat tentang ‘Doa Agung’ ini adalah: Doa ini diajarkan oleh Tuhan Yesus bukan kepada orang banyak, tetapi khusus kepada para murid. Artinya adalah doa ini bukan doa seorang anak kecil, tapi doa yang hanya diperuntukkan dan hanya boleh diucapkan oleh orang-orang yang rela mengikut Yesus sampai pada kseudahannya. Doa ini hanya bagi mereka yang rela memikul salib dan mengikut Yesus dengan suatu komitmen yang sepenuhnya kepada Yesus.

Yang kedua adalah Salah satu bagian dari isi ‘Doa Bapa Kami’ ini bersangkut paut langsung dengan ‘kekudusan-Nya’. Apa arti kalimat ini sebenarnya? Apakah Allah masih kurang kudus, sehingga perlu kita meminta agar namaNya dikuduskan? Kalimat ini sebenarnya lebih tepat jika diterjemahkan seperti ini: “Semoga Engkau, Oh Tuhan, melakukan satu pekerjaan yang mana Engkau, reputasi Engkau dan karakter Engkau dinyatakan sebagai kudus di mata dunia – Biarlah dunia mengenal siapa Engkau, Oh Tuhan.” Dengan kata lain, melalui Doa Bapa Kami ini, khususnya kalimat atau permintaan ‘Dikuduskanlah nama-Mu’, kita sedang meminta agar Tuhan menyatakan diriNya kepada dunia ini. Agar dunia tahu bahwa Allah itu berbeda (kudus), bahwa Allah itu tidak seperti apapun dalam dunia ini. Pertanyaannya ialah: Melalui siapakah dan dengan cara bagaimanakah  dunia dapat mengenal kekudusan dan kedasyatan Allah? Apakah melalui binatang, pohon-pohonan, bangunan-bangunan megah dalam dunia ini? Tentunya tidak! Tentu saja dengan melihat pada kita manusia, atau dengan lebih tepat sebenarnya melalui umat-Nya atau gereja-Nya. Coba kita perhatikan Yehezkiel 36:23 – Perhatikan ayat ini dan kita akan melihat kemiripan dengan isi Doa Bapa Kami yang sedang kita renungkan sekarang. Hal inilah yang ada dalam pikiran Yesus: “Allah akan menguduskan namaNya. Allah akan memuliakan kekudusan nama-Nya dan IA akan menyebabkan semua bangsa-bangsa di dunia untuk menyaksikannya. Tetapi IA akan melakukannya melalui kita, melalui gereja-NYa. Itulah cara Tuhan bekerja.

Yang menarik (lucu sekaligus menyedihkan) disini ialah: Justru melalui umat dan gerejaNya yang telah menajiskan diriNya-lah justru Allah akan melakukan pekerjaan besar. Perhatikan satu hal disini: Jika kita mengaplikasikan bagian ini pada masa sekarang, “Gereja sebenarnya telah menghina dan menajiskan nama Allah. Gereja masakini telah mengaibkan nama Allah melalui percekcokkan, pertengkaran, perselisihan, perpecahan.” Inilah yang seharusnya menjadi doa kita bagi generasi dan juga gereja masakini: “Gereja telah mendatangkan nama buruk bagi Allah. Ini bukan rahasia lagi dan tidak perlu diperdebatkan. Tidak ada gunanya lagi kita membela gereja. Oleh karena itu marilah kita sama-sama berseru kepada Tuhan, agar Yehezkiel 36:23 tergenapi, agar Allah menguduskan namaNya melalui orang yang sama yang telah menajiskan namaNya, yaitu melalui kita, gerejaNya. Tidak ada jalan lain, kita, gereja masakini harus mengalami transformasi, harus memiliki hati baru dan roh yang baru. Kita harus berubah! Bagaimana caranya berubah. Mari kita belajar dari Mazmur 15:1-5 :
            
GARIS-BESAR MAZMUR 15:1-5

Mazmur ini adalah mazmur liturgy atau mazmur pelayanan. Mazmur ini biasanya dinyanyikan dalam prosesi-prosesi pembukaan dalam penyembahan di Bait Allah. Latar-belakang Mazmur ini: Sebelum memasuki Bait Suci biasanya orang Israel diminta bertanya kepada Tuhan tentang siapa yang Dia perkenankan untuk menghadapNya di baitNya yang suci dan kudus. Mengapa pertanyaan ini perlu diajukan? Dengan satu kesadaran bahwa Tuhan hadir dalam segala kemegahan dan kekudusanNya dalam Bait Suci, di dalam setiap ibadah orang Israel. Dan melalui seorang imamlah pertanyaan tersebut dijawab! Siapakah yang boleh melayani dan menyembah Tuhan dalam Kemah Suci atau Bait Allah ? Tempat dimana Allah yang Mahakudus itu hadir dan bersemayam:

Tiga Persyaratan Umum:
(1) Hidup tidak bercela
(2) Bersikap adil
(3) Mengatakan kebenaran (Ps.15:2).

Tiga Persyaratan khusus. Persyaratan ini menyangkut atau berhubungan dengan hal menjaga nama baik sesame manusia:
(1) Tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya
(2) Tidak melakukan yang jahat terhadap sesamanya
(3) Tidak menimpakan cela kepada tetangganya.

Yang menarik dari mazmur ini adalah: Persyaratan menjaga nama baik ditandaskan secara istimewa, menjadi penekanan khusus. Mengapa? Seorang penafsir katakan: Mungkin karena fitnah dan mencela merupakan dosa yang paling banyak dibuat manusia. Sudah banyak yang tewas karena mata pedang, tetapi belum sebanyak yang gugur karena lidah.

Tiga persyaratan lebih konkrit:
(1) Bicara soal pertanggung-jawab atas sumpah atau janji yang diucapkan secara teledor
(2) Sikap persaudaraan terhadap sesama yang ditimpa kemalangan
(3) Memelihara keadilan di peradilan. Rupanya makan suap adalah kejahatan paling banyak menodai peradilan Israel.

Saya tidak akan menguraikan seluruh persyaratan ini. Hari ini sesuai dengan tema yang diberikan kepada kepada saya hari ini: Kita sama-sama akan memusatkan perhatian kita pada persyaratan konkrit yang pertama, yakni: Masalah Sumpah atau Janji. Rupanya yang menjadi persyaratan penting untuk orang bisa melayani dan masuk dalam Bait Suci adalah orang-orang yang bertanggung-jawab dengan kata-kata yang diucapkannya. Ketika merenungkan bagian ini, saya teringat Pengajaran penting Tuhan Yesus dalam Khotbah Di Bukit, khususnya Matius 5:33-37, ketika Tuhan Yesus berbicara secara khusus mengenai ‘sumpah’. Itu berarti ini sesuatu yang mendasar, dan sangat penting dalam kehidupan kekristenan. Ketika saya merenungkan bagian ini lebih jauh, saya menemukan bahwa ‘sumpah’ yang Tuhan Yesus maksudkan sebenarnya bukan sesederhana yang kita ketahui. Di sini Tuhan Yesus sedang mengajarkan bagaimana kita sebagai pengikutNya harus sangat berhati-hati dengan seluruh  perkataan kita, karena hidup kita sebagai pengikutNya seharusnya seluruhnya berisikan kebenaran, tidak ada kemunafikan, kecurangan dan kebohongan. Coba kita perhatikan lebih jauh Pengajaran Tuhan Yesus ini:

SUCINYA SEBUAH JANJI – Matius 5:33-37

Pada bagian ini Tuhan Yesus sebenarnya sedang menyampaikan sesuatu yang sebenarnya orang Yahudi termasuk para guru Yahudi sudah tahu. Karena memang para guru Yahudi pada masa itu begitu menekankan pentingnya suatu kewajiban utama yakni: “Mengatakan kebenaran.” Ada semacam kata-kata yang beredar di kalangan orang Yahudi pada waktu itu: Dunia ini berdiri teguh di atas tiga hal: Keadilan, Kebenaran dan Damai. Empat macam orang yang pasti akan tersingkir dari hadirat Allah yakni  Pengejek, Munafik, Penipu dan Pemfitnah. Dan, bagi orang Yahudi orang yang plintat-plintut sama jahatnya dengan penyembahan berhala.”

Kita baru bisa mengerti kebenaran dari pengajaran Tuhan Yesus ini, jika kita mengerti beberapa pengajaran orang Yahudi seputar masalah ‘kebenaran’ :

Para guru Yahudi sangat tegas dan keras terhadap yang namanya ‘kebenaran’, sehingga mereka melarang keras yang namanya ‘sopan-santun dan basa-basi sosial’, seperti misalnya memuji wajah pengantin padahal sebenarnya tidak cantik, mengatakan makanan ini enak padahal biasa-biasa saja.

Nah, para guru Yahudi ini lebih ‘concern’ lagi jika ‘kebenaran’ itu dijamin atau dikukuhkan dengan semacam ‘sumpah’. Bagi para guru Yahudi akan sangat terkutuk bagi seorang Yahudi jika mengucapkan sumpah atau janji dalam nama Tuhan / nama Allah, sedangkan janji atau sumpah itu sebenarnya palsu. Jika menggunakan nama Allah, itu berarti sumpah itu harus benar dan janji itu harus digenapi dan dilaksanakan.

Dasar orang Yahudi: Mereka menciptakan hukum sendiri. Jika demikian jika kita bersumpah dengan tidak memakai nama Allah, itu bias dilanggar. Muncullah sumpah-sumpah di kalangan orang Yahudi yang menggunakan nama lain seperti: demi kepalaku, demi yang hidup, demi Israel, demi bumi atau demi langit. Bagi mereka sumpah model ini boleh dilanggar dan tidak harus benar.

Dari konteks inilah, Yesus memberikan kebenaran sejati mengenai sumpah, mengenai janji atau perkataan:

(1) Meskipun ada usaha manusia untuk tidak melibatkan Allah dalam ikatan sumpah, tetapi sebenarnya tidak ada seorang pun yang dapat ‘menyingkirkan’ Allah dari ikatan itu. Allah selalu ada di sana! Mengapa? Karena langit adalah tahtaNya, bumi adalah alas kakiNYa, kepala manusia bukan miliknya sendiri tapi ciptaan dan milik Allah. Tidak ada sesuatu pun dalam dunia ini sebenarnya yang tidak atau bukan milik Allah!

(2) Bagi Yesus, hidup ini tidak dapat dibagi-bagi dimana ada yang Allah tidak terlibat sedangkan ada bagian dimana Allah terlibat. Manusia sebenarnya tidak bisa mengatakan bahwa dalam bagian ini Allah terlibat sedangkan dalam bagian lain tidak. Di dalam gereja berlaku norma yang satu, sedangkan dalam perdagangan atau di luar gereja (kantor, kampus, pasar, supermarket, mall, parkiran) berlaku norma yang lain.

(3) Kenyataan yang benar adalah: “Allah tidak butuh kita undang masuk ke dalam bagian tertentu dalam hidup kita, serta kita keluarkan dari bagian hidup kita yang lainnya. Allah berada di mana-mana, di sepanjang hidup kita dan dalam kegiatan kita sepanjang hari. Allah ada di mana saja sesuai kehendakNya sendiri. IA tidak hanya mendengar kata-kata yang kita ucapkan dengan menggunakan namaNya, tetapi IA mendengarkan semua kata-kata yangkita ucapkan setiap saat, dimana saja. Tidak ada ucapan sumpah atau kata-kata kita yang bias mengelakkan ‘keterlibatan Allah’ di dalamnya.

KESIMPULAN

(1) Allah yang kita sembah itu Kudus dan tidak bisa dipermainkan.
(2) KekudusanNya harus dinyatakan kepada dunia ini oleh kita, oleh gerejaNya yang juga sebenarnya telah menajiskan nama-Nya.
(3) Dunia ini akan melihat kekudusan Allah melalui umatNYa, melalui gerejaNya, dalam hal : Hidup dalam kebenaran – Kebenaran Total, bukansetengah kebenaran. Setengah kebenaran asalnya dari Setan.
(4) Hiduplah dalam kasih, jangan ada kepura-puraan. Gerejaadalah komunitas. Jadi marilah kita jujur satu sama lain, mengatakan kebenaran dalam kasih
(5) Hati-hatilah dengan setiap perkataan yang kita ucapkan. Kita perlu menganggap sumpah, semua janji, semua kata-kata kita sebagai yang suci, karena mewakili kekudusan Allah dalam diri kita. Apalagi kata-kata atau janji-janji kita yang kita ucapkan dalam nama Tuhan, atau kepada Tuhan melalui apa saja, termasuk melalui doa-doa dan pujiaN penyembahan kita. Amin!

No comments yet.
(*) Required fields

 
Quick Facts

Pastor
Rev. Ricky David Lomban

Sunday Service
starts at 3:30 PM

Address
7360 Foster Bridge Blvd.
Downey, CA, 90240

Come and Join Us!!!

 
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11)
     
Gereja Misi Injili Indonesia - U.S.A. (Downey, CA) | 2007 - 2011
Website design and management by EnggWeb.com
Home

Our Programs

Local Programs
Mission Programs

Pastor's Blog

 

News

About Us

History of GMII
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations

Events
Galleries

 

Contact

Local Pastor
Fellowship Schedule
Church Address
Administrative
Children Ministry
Counseling & Prayer
Contact Form