You are here: Home > Pastor's Blog

Pastor's Blog


February 27, 2009, 05:03 am
Teks Alkitab: Filipi 1:27-31; Kolose 2:6-7; I Korintus 15:58. Materi ini disampaikan oleh Pdt. Ricky D. Lomban pada Kebaktian Minggu “Retreat GMII Downey,” November 23, 2008, Golden Bear Cottage, Big Bear Lake.
INTRODUKSI

Dalam sepanjang sejarah umat manusia dan gereja, Setan hanya mengandalkan tiga macam tipuan: Pertama, membuat gereja percaya bahwa Iblis itu tidak ada (Yang mencapai puncaknya pada abad ke-18 dengan timbulnya paham rasionalisme sebagai pandangan dunia baru). Kedua, membuat gereja terpukau pada Iblis dan pekerjaannya. Menyangkal keberadaannya, tidak membuatnya benar-benar tidak ada, sebaliknya dia semakin mengalami masa kejayaannya. Keadaan ini didukung juga dengan sirnanya kekudusan gereja. Setan memakai tipuan kedua, setiap ada kesempatan, dia selalu membuat ulah untuk mengalihkan perhatian kita/gereja dari Allah kepada dirinya. Akhirnya banyak orang Kristen terseret ke dalam permainanya, semakin banyak orang Kristen terhanyut dalam kegiatan roh jahat.  Ketiga, membuat gereja mengira bahwa dia tidak dapat tertipu, inilah yang berlangsung sampai hari ini. Banyak orang Kristen/gereja merasa ‘terlalu’ kudus dan cerdik untuk dapat ditipu!

Florence Bulle dalam “Berbagai Tipuan Dalam Pelayanan” mengatakan, Kita tidak perlu terkejut bahwa gereja-gereja yang paling gigih dalam membangun Kerajaan Allah justru menjadi sasaran pilihan bagi Iblis. Oleh karena itu, wajarlah bila dia mengincar gereja-gereja yang paling berhasil secara rohani!

Saat ini kita hidup dalam dunia yang sedang terus berubah dan perubahannya sangat cepat, yang menyebabkan kesibukkan setiap orang semakin tinggi, terjadi pergeseran nilai-nilai kehidupan, keluarga-keluarga mengalami tekanan yang semakin kuat dan akan terus berkelanjutan, bahkan usia anak-anak berada dalam posisi penuh resiko. Pada jaman ini ada empat tema besar sebenarnya yang harus menjadi perhatian kita: Globalisme dengan Etik Globalnya atau Multiculturalism. Bioetics atau Bioteknologi dengan Kloning Embrionya, Teknologi Internet dan Gerakan Postmodernisme. Sebagai akibat dari perubahan ini, saya mendapatkan beberapa data konkrit: Di USA sekarang ada 28% orang mengalami gangguan mental, 7 juta diantaranya adalah anak-anak, 40 juta orang Amerika sekarang ini tiap tahunnya mengalami gangguan mental, 30.000 diantaranya bunuh diri, Dampak lain: Di dunia saat ini ada 130 juta anak tidak sekolah, 200 juta anak jalanan, 300.000 anak diharuskan ikut berperang dan ada 12 juta anak terlibat masalah-masalah seksualitas, Dan yang paling tragis adalah, akibat perubahan yang sangat cepat ini, anak-anak dibawah 20 tahun sekarang ini tidak perduli dengan yang namanya agama atau gereja! Sekarang ini etos Postmodernisme sangat berpengaruh bagi generasi muda yang sedang menikmati abad informasi ini, seperti program TV Kabel yang tidak habis-habisnya dan MTV. Generasi ini sedang dibesarkan dengan konteks yang dibentuk oleh postmodernisme yang nyata dalam film Star Trek: The Next Generation dan film-film lainnya. Indonesia sedang menuju kesana! Menurut laporan, di Indonesia sekarang ini: Paham Postmodernisme sudah banyak mempengaruhi konselor Kristen, gereja dan juga anak-anak muda di dakam gereja.

George Barna dalam “The Frog In The Kettle” menjelaskan, suhu kekristenan dalam abad XXI bagai kodok dalam ketel. Berusaha menyesuaikan diri dalam dunia ini tapi tanpa seleksi, tanpa sensor dan tanpa evaluasi. Lama-kelamaan mereka akan tenggelam dan hanyut.

Kalimat Peralihan…

Inilah tantangan yang sedang kita hadapi sekarang. Yang menjadi pertanyaan penting untuk kita, untuk gereja sekarang adalah: Bagaimana sikap kita, apa yang harus kita lakukan dan kerjakan dalam menghadapi tantangan yang luar-biasa ini?

ISI KHOTBAH

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Filipi dan Korintus (Ketiga jemaat ini menghadapi tantangan yang sangat berat pada waktu itu: Ekstern (Doktrin) dan Intern (Perpecahan jemaat) memberikan pedoman penting kepada gereja, kepada kita semua, yang menurut saya sangat relevan dan ‘up to date’ pada zaman ini: 

DALAM SURATNYA KEPADA JEMAAT DI KOLOSE: Tantangan-tantangan inilah yang akan atau sedang kita hadapi sekarang. Pertanyaan untuk kita sekarang adalah: Bagaimana gereja mengantisipasinya? Bagaimana orang percaya menghadapinya? Apa jawaban kita dengan semua permasalahan, semua dilema, semua isu-isu tersebut? Seperti Rasul Paulus menasehati dan mengingatkan jemaat di Kolose ribuan tahun silam, seperti itulah sebenarnya Tuhan juga mengingatkan kita pada sekarang ini, pada jaman ini melalui Firman-Nya. Peringatan Paulus ribuan tahun lalu, sangat relevan dan sangat ‘up to date’ untuk gereja dan kita semua yang hidup pada jaman ini. Sedikit Latar-belakang mengapa Paulus menulis surat dan peringatan kepada Jemaat Kolose: Penduduk Kota Kolose terdiri dari berbagai bangsa. Di Kolose terdapat sebuah perkampungan orang Yahudi yang sangat besar. Tapi banyak di antara mereka yang telah menyimpang dari sifat ortodoks dalam agama Yahudi. Paulus juga mendapat laporan bahwa kesesatan dari konsep atau pemahaman Gnostik sedang menyusup ke dalam Jemaat Kolose. Pemahaman yang telah menyimpang dari kebenaran Injil. Dan, Paulus merasa sangat perlu untuk mengingatkan Jemaat Kolose. Paulus tahu bahwa mereka telah mendengar Injil dan telah menerima Kristus (Ps.2:6). Tetapi Paulus menambahkan, justru karena mereka telah menerima Kristus, mereka harus hidup tetap dan berhubungan denga Kristus., Caranya, adalah: Tetap Berakar Di Dalam Dia, Tetap Dibangun Di Atas Dia, Tetap Bertambah Teguh dalam Imanmu & Tetap Melimpah Dengan Syukur. Kali ini, saya tidak akan banyak bicara tentang point lain, tetapi secara khusu tentang ‘Berakar Di Dalam dia’.

Menurut saya, ‘Berakar’ yang dimaksud oleh bagian ini punya paling tidak dua konotasi:

(1) Berakar di sini berbicara soal: Fondasi, Dasar/Basic. Artinya, atau yang Paulus mau adalah orang-orang Kristen/Jemaat Kolose yang telah menerima Kristus sudah seharusnyalah mereka memiliki dasar hidup, dasar pengetahuan iman yang kuat, yang kokoh. Apa yang dapat menjadi pijakan, fondasi atau dasar yang kuat bagi jemaat/umat Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan, konsep jaman, filsafat-filsafat Gnostik pada waktu itu? Tidak ada lain tentunya kecuali: “Kuat Dalam Firman Allah. Kuat Dalam pengetahuan akan Kebenaran. Apa arti Alkitab untuk kita? Seberapa pentingkah Alkitab bagi kita? Sudah seberapa kuatkah hidup kekristenan kita dalam pengetahuan akan Firman Allah? Apa yang akan kita katakan, atau apakah jawaban kita, jika kita tidak tahu kebenaran? Tidak hidup dalam Firman?
(2) Berakar di sini berbicara soal: Ketahanan atau Kekuatan & Kokohnya Hidup. John Maxwell, seorang Hamba Tuhan, sekaligus pakar Kepemimpinan Kristen dalam salah satu bukunya: Untuk Dapat terbang lebih tinggi lagi anda memerlukan sedikit lebih banyak tekad ketimbang orang biasa, anda memerlukan sedikit lebih banyak iman ketimbang orang biasa, anda memerlukan sedikit lebih banyak kasih ketimbang orang biasa. Paul Gunadi, Ph.D mengatakan: Di tengah jaman yang menjadikan obat-obatan dan teknologi sebagai kontribusi, justru gereja dan orang percaya harus hadir dengan karakter hidup/karakter rohani yang kuat yang membuatnya berbeda dengan orang lain.

DALAM SURATNYA KEPADA JEMAAT DI FILIPI: Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil. Hidup dan pola pikir sesuai dengan Kitab Suci. Memiliki pemahaman yang mendalam dalam kebenaran. Kamu harus teguh berdiri dalam satu roh dan sehati sejiwa berjuang, tidak mudah terombang-ambingkan oleh zaman. 

DALAM SURATNYA KEPADA JEMAAT DI KORINTUS: Harus siap menderita dan jangan goyah! Teruslah melayani Tuhan! Akhirnya nanti yang dapat bertahan adalah orang-orang yang setia dan siap menderita bagi Tuhan!

Robert Wuthnow dalam bukunya tentang Kekristenan Abad XXI mengatakan, umat Kristen harus menghadapi dunia ini sebagaimana orang Kristen mula-mula, yakni bertahan dalam kekudusan, setia dalam iman dan kesaksian hidup. Umat Kristen khususnya para pelayan Tuhan harus sanggup hidup dalam dunia tanpa larut dengan fenomena duniawi.

Yakub Susabda, PhD mengatakan harus ada perbedaan yang signifikan antara kehidupan sekuler dan kehidupan orang-orang yang sudah diselamatkan. Kehidupan orang yang sudah diselamtkan, sudah dibeli dengan harga tunai. Oleh karena itu orientasi kita harus ‘striving for execellence’. Orientasi orang dunia adalah ‘striving for superiority’.

PENUTUP & TANTANGAN

Sebagai hamba Tuhan, saya melihat betapa pentingnya di akhir jaman ini, kita tidak lagi hidup santai, hidup main-main, hidup bertopang-dagu/berpangku-tangan dengan ‘hidup rohani kita’. Tetapi justru sebaliknya, inilah waktunya kita membenah diri, memacu diri, mengencangkan ‘ikat pinggang rohani’ kita. Gereja diperhadapkan dengan tantangan-tantangan jaman yang sangat dasyat dan luar-biasa. Misalnya:

(*) Artikel dengan judul “The World Of 2020 And Alternative Futures – The Futures in 2020 and Beyond – SPACECAST 2020 Assumptions and Implications” (Masa Depan Dunia di tahun 2020 dan seterusnya – Asumsi & Implikasi SPACECAST 2020). Saya mengutip sedikit isi dari artikel tersebut: Sumber-sumber Konflik Dunia Di Masa Yang Akan Datang – Dunia di masa yang akan datang akan tak seimbang. Penyebab ketidakseimbangan ini adalah adanya kesenjangan antara ‘yang punya’ dan ‘yang tak punya’ atau ‘punya sedikit’. Sebagian besar dunia akan menjadi sangat berteknologi tinggi, lebih materialis & agak egois. Negara-negara kaya akan menambah tingkat kenyamanan bagi penduduknya dan akan berusaha keras untuk meraih kekayaan dengan cara menguasai Ilmu Pengetahuan….Krisis nilai-nilai juga akan terjadi karena meningkatnya individualisme yang disebabkan karena besarnya akses menuju informasi teknologi dan seterusnya…..Menurut artikel ini ada “Lima Fungsi Kekuatan Yang akan membentuk Dunia Masa Depan”: Manusia, Geo-Politik, Ekonomi, Teknologi & Lingkungan.

(*) Buku ‘Isu-isu Global – Menantang Kepemimpinan Kristiani’ (John Stott): Menurut John Stott paling tidak ada 14 Isu yang akan menantang kepemimpinan Kristen: Pluralisme, Keterasingan, Ancaman Nuklir, Lingkungan Hidup Manusia, Ketimpangan Ekonomi Utara-Selatan, HAM, Masalah Kerja & Pengangguran, Hubungan-hubungan Industrial, Mimpi tentang Masyarakat Multi-Rasial, Perkawinan & Perceraian, Masalah Aborsi, Homoseksualitas, etc.

Ceritakan keunikkan ‘Kucing’ dari binatang lain, khususnya ketika dilemparkan dengan posisi terbalik. Gerak cepat, sigap, dan sangat cekatan. Siap menghadapi berbagai tantangan! Bagaimana dengan kita semua: Ingin menjadi “The Frog In The Kettle” atau menjadi “The Cat On The Floor” ?

Solideo Gloria, Segala Kemuliaan Bagi Allah!

No comments yet.
(*) Required fields

 
Quick Facts

Pastor
Rev. Ricky David Lomban

Sunday Service
starts at 3:30 PM

Address
7360 Foster Bridge Blvd.
Downey, CA, 90240

Come and Join Us!!!

 
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11)
     
Gereja Misi Injili Indonesia - U.S.A. (Downey, CA) | 2007 - 2011
Website design and management by EnggWeb.com
Home

Our Programs

Local Programs
Mission Programs

Pastor's Blog

 

News

About Us

History of GMII
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations

Events
Galleries

 

Contact

Local Pastor
Fellowship Schedule
Church Address
Administrative
Children Ministry
Counseling & Prayer
Contact Form