February 27, 2009, 04:57 am
Gerakkan Reformasi Raja Yosia
INTRODUKSI
Saya pernah membaca artikel menarik dalam Warta Sumber Hidup, Edisi Juli-September 2003, terbitan LAI yang berjudul: “Reformasi Reformasi Reformasi” yang bunyinya seperti ini : “Di abad 21 ini genaplah usia republic ini 53 tahun. Tetapi sebagai bangsa kenyataannya kita msih hidup seperti anak-anak, balita lagi. Rusuh, anarkhis, tak bias mengendalikan diri dan berangasan sera acak-acakan, seperti ketika memulai revolusi fisik. Jadi kondisi jiwa dan rohaninya belum dan tidak berubah. Sebagai bangsa terus memelihara tradisi omong, dikuasai budaya verbal. Tidak pernah berhenti ngomong. Akibatnya bangsa kita terus hidup dalam ilusi, mimpi dan imajinasi tanpa putus.
Pertanyaan terpenting untuk kita adalah: “Bagaimana dengan gereja masa sekarang? Bagaimana dengan gereja kita? Bagaimana dengan GMII di usia 18 ini? Gereja yang hidup pada abad 21 ini?
Isu yang berkembang dan selalu menjadi perdebatan: Gereja manakah atau yang bagaimanakah menurut kita yang dapat disebut sebagai ‘Gereja Yang Maju?’
ISI KHOTBAH
Perhatikan sebentar apa yang pernah ditulis oleh DR. James Kennedy dalam salah satu bukunya yang berjudul “Bagaimana Seandainya Jika Yesus Tidak Pernah Dilahirkan” : “Di gereja jaman sekarang ada banyak hal yang harus ditobatkan. Perceraian merajalela di dalam lingkungan Kristen, begitu juga seks pra-nikah. Lebih jauh, beberapa pemimpin dalam gereja atau pelayanan Kristen hidup berlawanan dengan ajaran Kristus.
Cara-cara yang salah dalam mencari uang terjadi dalam gereja, ambisi-ambisi untuk mencapai status lebih tinggi terjadi dalam gereja. Bahkan salah-satu dosa besar gereja yang sering tidak diperhatikan ialah tidak adanya pengajaran Injil.”
Apakah itu hanya terjadi pada gereja-gereja Amerika? Bagaimana dengan gereja Indonesia yang ada di Amerika? Bagaimana dengan gereja-gereja di Indonesia? Bagaimana dengan gereja kita sekarang ini? Menurut saya, gereja masakini harus mengalami reformasi kembali! Gereja masakini harus kembali kepada misinya yang semula. Misi pertama ketika Allah memulai Kemah Pertemuan bagi bangsa Israel. Misi ketika Tuhan Yesus mendirikan gereja dalam dunia ini. Mengapa? Karena saya melihat gereja masakini telah kehilangan identitasnya, kehilangan jatidirinya, kehilangan kesaksian!
Menurut saya, pertanyaan yang benar mugkin adalah: ‘Apakah gereja kita sudah menjadi gereja yang benar?’ Bila gereja kita benar, pasti akan maju, tetapi gereja maju belum tentu telah menjadi gereja yang benar!’ Kita perlu belajar dari prinsip-prinsip pelayanan gereja mula-mula dan juga ketika Raja Yosia mengadakan gerakkan Reformasi Besar di tengah-tengah bangsa Yehuda.
GEREJA YANG BENAR: MISINYA HARUS BENAR
Apakah sebenarnya misi Gereja dalam dunia ini. Coba kita perhatikan sebentar apa yang tertulis / tercatat dalam Matius 21:12-17. Peristiwa ketika Tuhan Yesus marah dan memporak-porandakan halaman Bait Allah yang dipakai berjual beli:
Gereja harusnya menjadi tempat orang berdoa. Tempat orang menjalin hubungan yang intim dengan Allah, dengan Bapa – Menjadi Rumah Doa. (Matius 21:13)
Gereja harusnya menjadi tempat dimana orang-orang sakit disembuhkan, terikat kuasa setan dilepaskan, punya pergumulan dipulihkan – Menjadi rumah mujizat. (Matius 21:14)
Gereja harus menjadi tempat dimana tidak terjadi pemisahan, semua orang dapat dipersatukan dalam rumah Tuhan, orang-orang disatukan melalui ibadah, ketika mereka memuji dan menyembah Tuhan – Menjadi Rumah persekutuan dan puji-pujian (Matius 21:15).
Gereja harus menjadi tempat pembelajaran. Tempat Firman Allah diajarkan dengan benar. Ada pengajaran Firman Allah yang menakjubkan, yang dapat mengubah orang berdosa menjadi percaya – Menjadi Rumah Pembelajaran (Band. Markus 11:18).
Gereja harus menjadi pusat pekabaran Injil. Tempat dimana semua suku, bangsa dan bahasa dapat mendengarkan Injil. Tempat menantang dan membakar semangat orang untuk menangisi jiwa-jiwa yang tersesat – Menjadi Rumah Pekabaran Injil (Band. Markus 11:17).
Tuhan Yesus boleh dikatakan jarang marah. Saya mencatat kira-kira hanya ada tiga peristiwa dimana Tuhan Yesus benar-benar marah: Masalah Pohon Ara yang tidak berbuah – Masalah orang percaya tidak berbuah ! (Matius 21:18-22), Masalah kota-kota yang tidak mau bertobat – Masalah orang-orang / dunia yang tidak mau bertobat ! (Matius 11:20-24), Masalah bait Allah yang disalah gunakan – Gereja kehilangan Misi yang sebenarnya ! (Matius 21:12-17)
Gereja yang benar atau gereja yang memiliki misi yang benar, seharusnya menjadi : Tempat orang merasakan kehadiran Tuhan, tempat dimana orang dapat mengalami mujizat, kesembuhan dan pemulihan, tempat dimana orang dapat belajar Firman Allah dengan benar, kemudian dapat bertumbuh bersama-sama menjadi dewasa rohani, tempat dimana orang dapat bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, bertobat dan tahu betapa pentingnya dia juga menobatkan orang lain!
GEREJA YANG BENAR: PEMIMPINNYA HARUS HIDUP BENAR (HAMBA TUHAN & MAJELIS)
Belajar dari Gerakan Reformasi yang pernah dilakukan oleh Raja Yosia ketika dia memerintah di Yerusalem dalam II Tawarikh 34:1-33. Saya melihat gereja masakini harus atau perlu mengalami reformasi kembali berdasarkan alasan-alasan yang sudah saya jelaskan tadi. Ini jugalah yang terjadi pada masa pemerintahan Yosia. Menurut saya inilah gerakan reformasi pertama dan terbesar dalam sejarah umat Tuhan. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari Reformasi Yosia. Apakah yang menjadi penyebab utama terjadinya reformasi besar ini? Yosia sebagai pemimpin hidup benar. Terlihat dalam beberapa hal atau tindakannya:
Sebagai pemimpin Yosia tegas dan tidak kompromi dengan dosa atau hal-hal yang melawan Tuhan. – Perhatikan ayat 3-7 : Yosia menghancurkan tiang-tiang berhala dan mezbah-mezbah Baal. Dua dosa besar dalam gereja sekarang : Sinkritisme & Kompromistis. Telah terjadi disorientasi kepercayaan. Gereja, khususnya kita sebagai pemimpin gereja tidak bisa tegas lagi terhadap dosa, tidak mampu mendisiplinkan diri dalam perkara-perkara rohani. Tindakan dan pelayanan kita lebih focus kepada kepuasan diri dan harga diri kita sendiri, kesenangan dan kepentingan pribadi, popularitas, dan lain sebagainya.
Perhatikan ayat 2: Yosialah yang terlebih dahulu mereformasi dirinya sendiri. Sebagai pemimpin, Ia melakukan yang benar di mata Tuhan, bukan menurut keinginannya sendiri. Alkitab mencatat Ia mencari Allah sejak mudanya. Ini bicara soal hubungan para pemimpin gereja dengan Tuhan yang disembahnya!
Perhatikan ayat 21,32 : Yosia memerintahkan untuk kembali kepada Taurat. Taurat yang telah lama dilupakan tidak pernah dibacakan lagi, ditemukan kembali. Ini jugalah yang terjadi pada peristiwa Marthin Luther menancapkan 95 dalil di Wittenberg. Alkitab yang benar / Pengajaran Injil yang benar harus ditemukan kembali ! Sebagai pemimpin Yosia membawa bangsa Yehuda kembali kepada hidup mentaati kebenaran. Yosia sebagai pemimpin membawa umat untuk hidup dalam kebenaran. Sebagai pemimpin, Yosia tidak kompromi dengan apapun atau siapapun yang melawan kebenaran. Yosia juga mengadakan pembaharuan dalam bidang ibadah, khusunya masalah pujian dan persembahan kepada Allah. Yosia membenahi motivasi dan cara umat Allah member persembahan dan menyembah Tuhan. Yosia tidak mau mereka melakukan ibadah yang palsu atau ibadah yang jahat di mata Tuhan. Menyembah Tuhan tapi tanpa pengertian yang benar.
GEREJA YANG BENAR: JEMAATNYA HARUS BENAR
Jika pemimpin hidup benar, otomatis akan memimpin dan membawa seluruh jemaatnya menjadi jemaat yang benar. Kita harus belajar dari kehidupan jemaat gereja mula-mula. Paling tidak ada tiga ciri jemaat yang benar : (1)Hidup berakar, bertumbuh dan berbuah, tidak statis secara rohani. Jemaat yang benar tidak akan banyak menuntut ini dan itu tetapi lebih banyak berbuat untuk gerejanya. Jemaat yang benar tidak akan menjadi penonton dalam gereja, tetapi selalu ingin menjadi pemain dalam arti melayani dengan serius, melayani dengan tulus, melayani dengan komitmen yang tinggi.
Jemaat yang benar tidak selalu menuntut untuk dilayani saja, tetapi menjadi jemaat yang melayani, hidupnya menghasilkan buah, baik itu buah pelayanan maupun buah rohani. Tidak hanya mengkritik gembalanya dan majelisnya tetapi aktif mencari jiwa dan mengabarkan Injil ; (2)Hidup dalam proses pengudusan. Jemaat yang benar adalah jemaat yang selalu siap mengalami proses pembentukkan dari Tuhan untuk makin hari makin hidup sesuai dengan Firman-Nya, makin hari makin serupa dengan Kristus ; (3)Disukai oleh semua orang (Band. Kisah Rasul 2:47).
Saya senang dengan pernyataan Rev. Rick Warren dalam bukunya ‘The Purpose Driven Church’ dan ‘The Purpose Driven Life’ : “Banyak orang mempercayai mitos yang berkembang bahwa yang terutama diharapkan dari kita adalah kesetiaan. Rick Warren katakan: “Pernyataan ini hanya setengah benar. Tuhan mengharapkan agar kita setia dan juga berbuah. Berbuah adalah tema yang utama dalam Perjanjian Baru. Pertimbangkanlah yang berikut ini: Kita dipanggil Kristus untuk menghasilkan buah. Tuhan ingin melihat buah yang tetap dari pelayanan kita (Yoh.15:16) ; Menghasilkan buah adalah cara kita memuliakan Tuhan. Pelayanan yang tidak menghasilkan buah tidak memuliakan Tuhan (Yoh.15:8) ; Menghasilkan buah menyenangkan hati Tuhan (Kolose 1:10) ; Yesus menyediakan hukuman terberat untuk pohon yang tidak berbuah (Mat.21:19) ; Bangsa Israel kehilangan hak istimewanya karena mereka tidak berbuah (Mat.21:43). Mengingat Amanat Agung yang Tuhan berikan kepada gereja, maka saya percaya bahwa definisi berbuah untuk gereja local termasuk pertumbuhan dengan pertobatan orang-orang yang tidak percaya.”
“Pilihlah untuk membangkitkan semangat dan bukan mengkritik ! Selalu lebih mudah untuk berdiri di tepi dan menembak orang-orang yang sedang melayani daripada terlibat dan memberikan sumbangsih. Allah mengingatkan kita untuk tidak mengkritik, membanding-bandingkan atau menghakimi satu sama lain. Bila anda mengkritik apa yang sedang dikerjakan oleh orang percaya lainnya dalam iman dan karena keyakinan yang tulus, berarti anda mencampuri urusan Allah."
"Menurut Rick Warren, pada saat saya menghakimi orang percaya lainnya ada empat hal yang segera terjadi : Saya kehilangan persekutuan dengan Allah, Saya mengungkapkan kesombongan dan rasa tidak aman saya sendiri, Saya menjadikan diri saya sendiri dihakimi oleh Allah, Saya mengganggu persekutuan gereja. Sifat suka mengkritik adalah sifat buruk yang sangat merugikan.
"Alkitab mengatakan bahwa Iblis adalah pendakwa saudara-saudara kita!" Pekerjaan Iblis adalah menyalahkan, mengeluh dan mengkritik anggota-anggota keluarga Allah. Kapanpun kita melakukan hal yang sama, kita sedang tertipu untuk melakukan pekerjaan iblis bagi dia."
“Dukunglah gembala sidang dan para pemimpin anda. Tidak ada pemimpin-pemimpin yang sempurna, tetapi Allah memberi mereka tanggung-jawab dan otoritas untuk memelihara kesatuan gereja. Pada waktu konflik antar pribadi tugas itu merupakan pekerjaan yang tidak dihargai. Para gembala sidang seringkali memiliki tugas yang tidak menyenangkan yaitu melayani sebagai penengah antara anggota-anggota yang terluka perasaan, berseteru atau tidak dewasa. Mereka juga diberi tugas yang mustahil yaitu berusaha membuat semuaorang bahagia, yang Yesus pun tidak bisa melakukannya!
"Suatu hari para gembala sidang akan berdiri di hadapan Allah dan memberikan pertanggung- jawaban tentang seberapa baik mereka menjaga anda.
Tetapi anda juga bertanggung- jawab dan nantinya akan memberikan pertanggung- jawaban kepada Allah tentang seberapa baik anda mentaati dan mengikuti para gembala sidang anda yang telah ditetapkan dan dipilih oleh Allah sendiri untuk menggembalakan dan melayani anda."
"Kita melindungi persekutuan bila kita menghargai orang-orang yang melayani kita dengan memimpin. Para gembala sidang dan penatua atau majelis gereja kita membutuhkan doa, dukungan, penghargaan dan kasih kita. Kita semua diperintahkan, "Supaya kamu menghormati mereka yang bekerja-keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu ; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka!"
Inilah tanda atau ciri jemaat yang benar ! Bagi saya gereja itu seperti gelanggang pertandingan dan juga seperti sebuah pernikahan. Perhatikan dua bagian Firman Tuhan ini : II Timotius 2:5 dan Efesus 5:31-32. Yang pasti gereja bukan gelanggang tinju atau gelanggang pertempuran.
PENUTUP
Perhatikan kata-kata Rev. Charles Swindoll ini : “Orang Kristen sekarang banyak kebingungan melihat gereja. Gereja jaman sekarang seperti es campur. Dalam gereja sekarang hadir yang namanya humanisme, liberalisme, calvinis ekstrim, aktivisme politik, antikomunisme, spiritualisme adikodrati, fundamentalisme, dan lain sebagainya” “Apa dasar mutlak gereja sebenarnya? Menurut saya, jika kita kembali pada Kisah Rasul 2:42 hanya ada empat prioritas gereja: Belajar…berkumpul…berdoa…makan bersama.”
Illustrasi: Cerita Tentang Karya klasik ‘De Tocqueville Democracy in America – “Merupakan buku terbesar mengenai kebijakan dan kebudayaan nasional apa pun. Buku ini mengatakan : “Saya mencari kebesaran dan kejeniusan Amerika di pelabuhan-pelabuhannya yang luas dan sungai-sungainya yang besar tetapi tidak ada di sana…..Saya mencari kebesaran dan kejeniusan Amerika di kongres-kongres demokratiknya dan undang-undang dasarnya yang tak tertandingi tetapi tidak ada di sana…..Barulah ketika saya masuk ke dalam gereja-gereja Amerika dan mendengar mimbar-mimbarnya yang menyala-nyala dengan kebenaran saya memahami rahasia kejeniusan dan kekuatannya. Amerika besar karena Amerika baik dan jika Amerika berhenti menjadi baik, Amerika akan berhenti menjadi besar!” Amin !
SOLIDEO GLORIA!