INTRODUKSI
Seringkali terjadi pertengkaran atau perbedaan pendapat antara kita dengan orang lain karena ada hal yang bagi kita sepele, tidak serius tetapi bagi orang lain itu adalah masalah serius bahkan sangat serius.
Jika kita mempelajari Alkitab, banyak kali kita temukan pengajaran dimana sesuatu hal yang bagi bangsa Israel, bagi manusia adalah sepele, tidak perlu menjadi perhatian serius, tetapi ternyata bagi Tuhan itu sangat serius, bahkan seringkali jika itu tidak dilakukan oleh bangsa Israel, Tuhan tidak segan-segan menghukum dan memusnahkan mereka !
KALIMAT PERALIHAN
Ini juga yang terlihat jika kita mempelajari kisah bangsa Yahudi dalam Kitab Hagai ini. Orang-orang Yahudi menganggap persoalan tersebut persoalan sepele, bahkan mungkin bagi mereka tidak perlu menjadi bahan diskusi, bukanlah prioritas, tapi ternyata bagi Tuhan masalah itu sangat serius.
ISI KHOTBAH
Masalah apa sebenarnya yang terjadi? Masalah apakah yang bagi mereka sepele tetapi bagi Tuhan serius? Sedikit latar-belakang Kitab Hagai ini:
“Peristiwa dalam Kitab Hagai ini terjadi kira-kira tahun 520 SM. Sekitar 16 tahun sebelum peristiwa ini, raja Koresy memerintahkan orang-orangYahudi untuk kembali ke negaran mereka (setelah pembuangan dari Babilonia) dan diminta untuk kembali membangun Bait Allah yang telah runtuh. 2 Tahun setelah balik dari pembuangan , orang-orang Yahudi sudah meletakkan fondasi Bait Allah, tetapi muncul tantangan / serangan dari musuh-musuh mereka, sehingga pembangunan Bait Allah itu terhenti. Sekarang telah lewat 14 tahun, mereka tetap membiarkan Bait Allah begitu saja.” Mereka tidak berusaha untuk membangunnya kembali !
“MEREKA TIDAK MEMBANGUN BAIT ALLAH KEMBALI, TETAPI YANG MEREKA LAKUKAN ADALAH MEMBANGUN RUMAH-RUMAH MEREKA SENDIRI.”
Beberapa alasan mereka:
- Mereka tidak membangun Bait Allah karena mereka menganggap ‘belum waktunya’ (Ay.2,9). Nanti saja ketika kita sudah punya banyak uang dan emas untuk membangun Bait Allah seperti jaman Salomo. Ini sebenarnya menunjukkan bahwa mereka tahu bahwa membangun Bait Allah itu penting, tetapi mereka menundanya.
- Mereka tidak membangun Bait Allah karena mereka sedang sibuk membangun rumah mereka sendiri. Dan, Alkitab menceritakan mereka membangun rumah mereka secara mewah (= dipapani dengan baik). Terlihat disini bahwa mereka begitu peduli terhadap kepentingan mereka, tetapi lupa terhadap kepentingan Tuhan. Mereka mendahulukan diri mereka sendiri daripada Tuhan. Salah? Mungkin tidak, tetapi mungkin tidak benar di mata Tuhan! Karena bagi Tuhan ‘mengabaikan pembangunan rumah Tuhan = mengabaikan ibadah kepada Tuhan = mengabaikan Tuhan sendiri ! Bagi Tuhan Bait allah adalah tempat Allah menyatakan kemuliaanNya, tempat bangsa Yahudi pada waktu itu menyembah Tuhan, bertemu dengan Tuhan!
- Sikap orang-orang Yahudi ini sangat kontras dengan sikap Daud (2 Sam.7:1-2) dan Salomo (1 Raja2 6-7). Daud, walaupun Tuhan melarang dia untuk membangun Bait Allah dan menyatakan bahwa Salomolah yang harus membangunnya, maka Daud mati-matian berusaha menyediakan segala yang dibutuhkan untuk pembangunan Bait allah itu oleh Salomo. Jelas disini bahwa Daud ingin membangun bukan karena egoism tetapi betul-betul karena cintanya kepada Tuhan, bukan jugau ntuk mencari nama!
- Perhatikan juga kisah Salomo dalam membangun Bait Allah. Dia membangun Bait Allah terlebih dahulu, baru setelah itu membangun istananya sendiri.
Bagaimana sikap / tindakan Tuhan terhadap sikap orang Yahudi ini:
- Tuhan marah dan tidak senang - Perhatikan Hagai 1:2 : Tuhan tidak menyebut mereka ‘bangsa-Ku’ tetapi ‘bangsa ini’. Ini menunjukkan ketidaksenangan Tuhan dengan apa yang mereka lakukan!
- Tuhan menghukum dan menghajar mereka dengan 3 hal:
- Tuhan tidak memberkati pekerjaan mereka (Ay. 6a)
- Hasil yang mereka peroleh tidak bisa memuaskan mereka (Ay.6b)
- Harta mereka, berkat yang mereka dapatkan selalu habis begitu saja, tidak bisa dinikmati (Ay.6c)
- Tuhan mendatangkan kekeringan kepada seluruh tanah dan bangsa itu !
- Tuhan meminta Nabi Hagai menegur Imam Yosua bin Yosadak & Bupati Yehuda Zerubabel bin Seltiel, karena mereka takut menegur orang Yahudi yang begitu egois karena mementingkan kepuasan dan kemewahan diri sendiri tetapi tidak mau bekerja dan berkorban bagi pekerjaan Tuhan dalam hal ini membangun Bait Allah kembali.
- Meminta mereka untuk segera mengambil tindakan untuk membangun Bait Allah kembali, dengan catatan mereka harus bersih dari semua orang-orang najis yang juga turut serta dalam pembangunan Bait Suci tersebut. Tuhan tidak mau nantinya pekerjaan Tuhan / pembangunan Bait Allah dikotori oleh orang-orang yang hanya mau membangun demi nama baik, membangun tetapi dengan motivasi yang salah, membangun bukan karena cinta mereka kepada Tuhan (Ps. 2:11-15)
Beberapa hambatan / halangan dalam membangun Bait Allah kembali:
- Halangan / tantangan dari musuh-musuh mereka / dari orang lain yang mengejek dan berusaha mengacaukan pembangunan Bait Suci tersebut.
- Halangan dari diri sendiri :
- Kurang / tidak punya iman. Merasa tidak mampu membangun dengan kekuatan mereka. Takut kalau member utnuk pekerjaan Tuhan nanti hidup merekatidak cukup.
- Kurang / tidak punya Kasih kepada Tuhan. Ini bisa menyebabkan penghamburan uang yang tidak perlu, kita menjadi pelit dan kikir, kita menjadi orang-orang yang egois, hanya mementingkan kepuasan diri sendiri. Ingatlah beberap hal : Penderitaan Yesus bagi kita, Yesus sedang mempersiapkan tempat bagi kita, harta / berkat / uang yang kita punya sekarang adalah dari Tuhan asalnya.
INGAT : EMAS DAN PERAK ADALAH MILIK TUHAN (HAGAI 2:9). Harta kita, uang kita, rumah kita, mobil kita, dompet kita, deposito kita adalah milik Tuhan. Sebenarnyasemua ini hanya dititipkan kepada kita oleh Tuhan dan karena itu kita harus menggunakan secara bertanggung-jawab untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan !
- Kita minder karena hanya bisa memberi sedikit. Hati-hati dengan prinsip ‘perfeksionis’. Nanti kalau saya sudah menjadi milioner baru saya member untuk pekerjaan Tuhan.
Ada janji Tuhan jika kita mementingkan pekerjaan Tuhan / mementingkan pembangunan Bait Allah:
- Tuhan akan menyertai (Ps. 1:13 ; 2:5). Mengapa kita takut kekurangan? Mengapa kita kurang iman?
- Tuhan berjanji akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaaan segala bangsa akan datang mengalir (Ps. 2:8) = ‘and the desire of all nations will come’ = dan yang diinginkan segala bangsa akan datang.
KESIMPULAN / TANTANGAN
- Pelajaran dari Kitab Hagai ini bisa berarti langsung tentang pembangunan Bait Allah pada masa kini / pembangunan gereja Tuhan. Renungan untuk kita : Mengapa kita tidak membangun gedung gereja sendiri? Atau, mengapa kita belum bisa membangun gedung gereja sendiri?
- Tetapi bisa juga pelajaran Kitab Hagai ini sedang berbicara apa saja yang menyangkut pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Apakah kita sudah menjadi umat Allah yang mengutamakan pekerjaan Tuhan yang ada dalam gereja kita sekarang ini? Ataukah kita masih sibuk dengan diri kita sendiri? Sibuk memuaskan diri kita sendiri, kita hidup egois dan lupa memikirkan orang lain. Lupa memberi untuk pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan di gereja ini bukan menjadi perhatian utama kita semua?? Apa saja alasan kita??
- Banyak hal dalam hidup kita sebagai orang percaya, sesuatu itu kita anggap sepele, kita anggap tidak perlu dipermasalahkan, kita anggap itu bukanlah seharusnya menjadi priorotas, tetapi bagi Tuhan berbeda : ITU MASALAH SERIUS! Jika kita tidak melakukannya, Tuhan tidak akan segan-segan menutup berkat dan menghukum kita !