You are here: Home > Pastor's Blog

Pastor's Blog


October 15, 2009, 04:40 am
Matius 21 : 12-17, Kebaktian GMII USA, 2 Agustus 2009

Introduksi / Latar-belakang Teks & Konteks

Peristiwa marahnya Tuhan Yesus di Bait Allah ini tergolong istimewa dan langka. Ini merupakan kasus khusus karena jarang terjadi. Yesus yang dikenal orang dengan kelemah-lembutannya, marah!

Sedikit latar-belakang: Peristiwa ini terjadi dalam masa raya Paskah. Perayaan Paskah Yahudi, setiap laki-laki  umur 19 tahun ke atas harus membayar pajak Bait Allah sebesar ½ shekel = 2 kali upah kerja sehari pada masa itu. Yang berlaku untuk pajak Bait Allah hanyalah uang logam / shekel Galilea atau juga dikenal sebagai shekel Bait Allah. Oleh karena itu di sekitar Bait Allah ada ‘para penukar uang’ (= kollubos / collybus). Jika laki-laki tersebut hanya memiliki logam lain harus ditukar di sekitar Bait Allah.

Nah, disinilah para penukar uang tersebut mengambil keuntungan. Dan, ternyata mereka mengambil keuntungan yang sangat besar yakni 100%. Hasil tahunan rata-rata yang diperoleh Bait Allah dari pajak tersebut bisa mencapai $ 10.000. Keuntungan untuk para penukar uang mencapai $ 1500.

Pada masa raya Paskah juga orang-orang Yahudi senang untuk memersembahkan korban. Korban itu harus selalu ‘sempurna’ dan ‘tanpa cacat’. Oleh karena itu selalu ada pemeriksaan di Bait Allah, harga pemeriksaan tidak seberapa, hanya Rp.12.

Yang terjadi sehubungan dengan pemeriksaan korban ini adalah: Terkadang korban yang dibeli di luar Bait Allah dengan segala macam dalih ditolak oleh para pemeriksa korban. Karena tidak memenuhi syarat, maka merekaharus membeli dari para pemeriksa tersebut. Misalnya, harga burung merpati di luar hanya Rp. 50, di dalam Bait Allah dijual seharga Rp. 1000. Bisakah kita bayangkan berapa banyak orang-orangtersebut mengambil keuntungan?

Kalimat Peralihan

Disinilah terlihat adanya ‘ketidak-adilan sosial’, terjadi pemerasan terhadap yang miskin di sekitar Bait Allah. Kekudusan Bait allah dilecehkan.

Dalam hal inilah Tuhan Yesus menjadi sangat marah ketika melihat semua ini. Bahkan jika kita membaca ceritanya, terlihat bahwa Tuhan Yesus sangat marah. Ini jarang sekali terjadi selama masa-masa pelayanan Tuhan Yesus. Dalam seluruh pelayanannya yang dicatat dalam Alkitab, hanya 3 kali Tuhan Yesus marah:

Tuhan Yesus boleh dikatakan jarang marah. Saya mencatat kira-kira hanya ada tiga peristiwa dimana Tuhan Yesus benar-benar marah :

  1. Masalah Pohon Ara yang tidak berbuah – (Matius 21:18-22)
  2. Masalah kota-kota yang tidak mau bertobat – (Matius 11:20-24)
  3. Masalah bait Allah yang disalah gunakan – (Matius 21:12-17)

Mengapa Tuhan Yesus Menjadi / Harus Marah?

Kasus ‘marahnya Tuhan Yesus’ ini dicatat oleh ketiga penulis Injil dengan kata-kata yang berbeda yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ketika marah. Oleh karena itu paling tidak ada 3 alasan yangtelihat dalam ketiga Injil, mengapa Tuhan Yesus menjadi marah atau mengapa sehingga ‘kemarahan Tuhan Yesus yang luar-biasa emosionalnya ini’ tercatat atau dikenal sebagai ‘Kemarahan Yang Benar & Suci’ :

  1. Tuhan Yesus marah karena Rumah Allah / Bait Allah dilecehkan / dinajiskan. Ibadah telah dilakukan tanpa rasa hormat lagi.
    Aplikasi untuk kita pada masa kini: Kita semua harus hati-hati dengan ibadah dengan tanpa rasa hormat lagi karena akan menjadi suatu hal yang sangat mengerikan karena mengakibatkan Allah murka kepada kita. Seperti: Doa yang hanya dibacakan seperti membaca barang lelangan, Orang dating beribadah tetapi sebenarnya sedang dalam kejenuhan terhadap sesuatu yang sifatnya illahi / rohani, ibadah yang dilaksanakan tanpapersiapan dari pihak jemaat maupun dari pihak pelayan ibadah.
  2. Tuhan Yesus marah karena pertukaran dan jual beli korban mereka utamakan daripada persembahan hidup. Tuhan Yesus marah karena ingin menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada korban binatang yang sempurna yang dapat membuat manusia itu benardi hadapan Allah.
    Aplikasi untuk kita masa kini: Hati-hati karena sekarang pun bisa terjadi: Mementingkan jumlah persembahan daripada jumlah ketaatan terhadap perintah Tuhan, uang banyak dihabiskan untuk perlengkapan gereja bukan untuk penginjilan dan misi sedunia, ibadah lebih focus kepada barang-barang gereja yangsebenarnya hanyalah pelengkap, bukan kepada mutu atau kualitas ibadah, pelayannya dan juga mutu dan kualitas pengajaran Alkitabnya. Jemaat hanya disenangkan / dipuaskan secara emosional bukan secara edukatif. Sepertinya banyak mempersembahkan uang tapi tidak pernah mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Lebih focus kepada yang dapat dilihat oleh manusia, bukan yang dilihat atau dicari Tuhan yakni hidup benar dan kesucian hidup.
  3. Tuhan Yesus marah karena halaman tempat orang kafir beribadah sudah hiruk pikuk dengan orang menukar uang dan berjual beli binatang korban (= karena orang kafir hanya boleh mengikuti ibadah di Bait allah dari halaman, tidak boleh masuk ke dalam Bait Allah). Bait Allah kehilangan visinya yang semula!
    Aplikasi untuk kita masa kini: Apakah dalam gereja masih ada hal-hal yang menghalang-halangi orang lain mencari Tuhan? Apakah dalam gerejamasih ada kesombongan, ketidak-terbukaan, kesuaman, acuh tak acuh terhadap orang lain, egois dan mementingkan diri sendiri, pilih kasih, yang berduit sangat diperhatikan, yang tidak berduit diacuhkan (mau datang atau tidak tidak menjadi masalah).

Bagaimana dengan visi gereja masa kini?  Masihkah gereja menjadi tempat:

  • Orang berdoa. Tempat orang menjalin hubungan yang intim dengan Allah, dengan Bapa – Menjadi Rumah Doa. (Matius 21:13)
  • Dimana orang-orang sakit disembuhkan, terikat kuasa setan dilepaskan, punya pergumulan dipulihkan – Menjadi rumah mujizat. (Matius 21:14)
  • Dimana tidak terjadi pemisahan, semua orang dapat dipersatukan dalam rumah Tuhan, orang-orang disatukan melalui ibadah, ketika mereka memuji dan menyembah Tuhan – Menjadi Rumah persekutuan dan puji-pujian (Matius 21:15).
  • Pembelajaran. Tempat Firman Allah diajarkan dengan benar. Ada pengajaran Firman Allah yang menakjubkan, yang dapat mengubah orang berdosa menjadi percaya – Menjadi Rumah Pembelajaran (Band. Markus 11:18).
  • Pusat pekabaran Injil. Tempat dimana semua suku, bangsa dan bahasa dapat mendengarkan Injil. Tempat menantang dan membakar semangat orang untuk menangisi jiwa-jiwa yang tersesat – Menjadi Rumah Pekabaran Injil (Band. Markus 11:17).

Gereja yang benar atau gereja yang memiliki misi yang benar, seharusnya menjadi : Tempat orang merasakan kehadiran Tuhan, tempat dimana orang dapat mengalami mujizat, kesembuhan dan pemulihan, tempat dimana orang dapat belajar Firman Allah dengan benar, kemudian dapat bertumbuh bersama-sama menjadi dewasa rohani, tempat dimana orang dapat bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, bertobat dan tahu betapa pentingnya dia juga menobatkan orang lain!

Kesimpulan

  1. Kita smua perlu berdoa agar, kita dapat menempatkan kemarahan kita pada posisi, saat dan cara yang benar.
  2. Kita semua perlu berdoa agar kita berani marah di gereja atau di tengah persekutuan kita untuk hal-hal yang benar, karena adanya dosa, karena adanya ketidakbenaran. Kita tidak takut dibenci oleh orang karena kita mencintai kebenaran. Berani katakan ya di atas ya dan tidak di atas tidak. Tidak bermuka dua dan memegang filosofi ‘ABS’ = Asal Bapak Senang, tapi mengorbankan keadilan dan kebenaran.
  3. Kita semua perlu berdoa agar Tuhan Yesus juga tidak marah dan murka kepada kita dan gereja kita karena telah kehilangan visinya yang semula. Tidak lagi menjadi tempat berdoa, tempat terjadinya mujizat, tempat terciptanya persekutuan yang tulus dan murni, tempat pembelajaran dan pusat pekabaran Injil. Amin!

No comments yet.
(*) Required fields

 
Quick Facts

Pastor
Rev. Ricky David Lomban

Sunday Service
starts at 3:30 PM

Address
7360 Foster Bridge Blvd.
Downey, CA, 90240

Come and Join Us!!!

 
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11)
     
Gereja Misi Injili Indonesia - U.S.A. (Downey, CA) | 2007 - 2011
Website design and management by EnggWeb.com
Home

Our Programs

Local Programs
Mission Programs

Pastor's Blog

 

News

About Us

History of GMII
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations

Events
Galleries

 

Contact

Local Pastor
Fellowship Schedule
Church Address
Administrative
Children Ministry
Counseling & Prayer
Contact Form