You are here: Home > Pastor's Blog

Pastor's Blog


October 10, 2009, 04:41 pm
Kisah Rasul 5 : 1-11

INTRODUKSI

Kisah seorang wanita petani di Afrika Barat yang diselamatkan secaral uar-biasa sekitar 50 tahun silam. Ia selalu ingin melakukan sesuatu bagi Yesus. Orang membawa persembahan berupa jagung untuk sebuah kegiatan penginjilan, tetapi wanitai ni begitu miskin sehingga ia tidak punya apa-apa untuk diberikan. Namun belakangan dalam minggu itu, ia maju dan menaruh sekeping koin perak di altar. Walaupun nilainya hanya $1, pada waktu itu koin tersebut melambangkan jumlah yangbesar. Mengira wanita itu memperolehnya secara tidak jujur, missionaries yang sedang melayan idi situ ragu-ragu menerimanya. Akan tetapi, dia tidak mau memancing perdebatan. Jadi, dia tidak mengatakan apa-apa.

Setelah kebaktian, si misionaris menghampiri wanita itu dan menanyakan kepadanya tentang uang itu. Wanita itu berkata bahwa karena Tuhan Yesus telah membebaskannya dari perbudakkan dosanya dan telah memberinya hidup kekal, ia ingin melayani-Nya dan membantu membuat Tuhan Yesus dikenal oleh orang lain. Jadi, ia pergi ke perkebunan di dekat situ dan menjual dirinya sebagai budak seumur hidup-nya seharga $1. Itulah pemberian yang diletakkannya di altar pada malam itu.

KALIMAT PERALIHAN

Sepertinya kisah tadi terlalu mengada-ada dan bukan peristiwa yang benar-benar terjadi. Mungkin kita bertanya, masih adakah manusia seperti wanita petani tadi di jaman modern ini? Kita mungkin ragu dengan cerita tadi, karena kita semua tanpa sadar telah hanyut dalam gelombang besar dunia modern yang telah kehilangan rasa peduli terhadap orang lain. Manusia modern lebih banyak hidup untuk diri sendiri, memuaskan diri sendiri, yang penting saya dan keluargaku senang, tidak peduli lagi dengan banyaknya orang lain di dekat kita yang sedang menanti uluran tangan kita. Hidup untuk diri sendiri….itulah jaman modern dimana kita hidup sekarang!

Kisah seperti wanita petani di Afrika Barat tadi mungkin langka di jaman modern ini, tapi tidak di jaman gereja mula-mula. Bukan hanya satu orang yang member seluruh hartanya untuk kepentingan orang lain, agar orang lain juga senangdan hidup cukup, tapi hampir semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari Tuhan Yesus.  Para ahli sejarah kekristenan dan gereja mencatat ini sebagai permata atau keindahan dalam gereja mula-mula : Semua mereka hidup bukan untuk diri mereka sendiri, dalam persekutuan jemaat mula-mula tidak ada yang namanya ‘egoisme’. Mereka benar-benar hidup dalam kasih bukan sekedar ngomong soal kasih. Mereka benar-benar hidup saling mengasihi. Kesatuan dan kasih mereka bukan hanya sekedar bersifat teoritis. Dicatat dalam Alkitab bahwa orang-orang kaya sungguh-sungguh menjual rumah dan tanah mereka untuk membantu saudara-saudara seiman mereka yang miskin, padahal tidak ada perintah untuk melakukannya. Rasul-rasul tidak member perintah untuk menjual rumah dan tanah untuk membantu orang miskin. Tapi mereka toh tetap melakukannya secara spontanitas sebagai rasa syukur mereka karena telah diselamatkan dan telah mengenal Tuhan Yesus.

Perhatikan: Kasih mereka begitu dalam sehingga melibatkan dompet mereka (Ingat lagu Kidung Jemaat yang dilecehkan : “Tuhan ambil hidupku, jangan ambil dompetku”). Mereka sadar bahwa apapun yang mereka dapat dari Tuhan, diberikan pada mereka bukan untuk digunakan sendiri tapi untuk dibagikan dengan orang percaya lainnya. Sama-sekali tidak ada paksaan, tapi sebagian besar dari mereka menjual miliknya dan memberikan uang itu pada para Rasul untuk dibagikan pada mereka yang perlu dan membutuhkan. Mereka mengorbankan kenyamanan untuk kebaikkan semuanya. Pertanyaan untuk kita: Bagaimana dengan kita disini? Pertanyaan: Apakah merekayang memberi hidup melarat dan jatuh miskin? Tidak! Mereka justru hidup dalam berkat Tuhan, sekaligus mereka juga menjadi berkat yang luar-biasa bagi orang lain – Berkat berganda! Dan, hasil yang lebih luas lagi dari ketidakegoisan mereka adalah: Kuasa besar, mujizat demi mujizat terjadi di seluruh jemaat Tuhan – Semakin banyak orang yang mengenal Kristus karena kasih mereka!

Sayang beribu sayang, di dalam permata dan keindahan jemaat mula-mula, Alkitab mencatat ada sepasang suami-isteri yang menodai dan memberi cacat dalam keindahan tersebut : ANANIAS & SAFIRA. Apa yang mereka lakukan?  Mengapa saya sebutkan sebagai noda atau cacat di tengah jemaat mula-mula? Mari kita baca Kisah Rasul 5: 1-11.

ISI KHOTBAH

Mungkin setelah Kis.4:34-37 terjadi, seperti yang sudah saya uraikan di atas, dimana banyak orang menjual seluruh harta mereka untuk menolong orang miskin, orang banyak memuji orang-orang tersebut. Orang-orang tersebut mendapat banyak sanjungan. Akhirnya ini menantang Ananias dan Safira juga untuk melakukan yang sama. Mereka juga menjual tanah dan rumah mereka dan mempersembahkan hasil penjulan tersebut di kaki para rasul. Tapi mengapa para Rasul, khususnya Petrus justru mengecam pemberian mereka? Bahkan Petrus mengecap Ananias dan isterinya Safira bahwa hati mereka telah dikuasai Iblis? Mereka telah mendustai Roh Kudus dan mencobao Roh Tuhan? Bahkan yang tragis adalah: Setelah mengatakan mereka seperti itu, Ananias dan disusul oleh isterinya Safira langsung rebah ke tanah dan mati seketika itu juga, sehingga membuat semua orang ketakutan? Apa yang salah dengan pemberian mereka?

Sebenarnya Ananias & Safira terhitung orang percaya yang kuat juga pada waktu itu, sama seperti orang-orang lain yang telah member / menjual harta / rumah / tanah mereka dan membersembahkan di kaki para rasul. Terbukti dengan arti nama mereka : Ananias = Yehovah Murah Hati ; Safira = indah / menyenangkan. Tuhan sebenarnya telah memberkati Ananias dan Safira sangat banyak. Mereka diberkati dengan harta, dosa mereka juga diampuni bahkan telah membawa mereka di tengah persekutuan dengan orang-orang percaya lainnya yang juga benar-benar peduli terhadap mereka. Apa yang terjadi?

Alkitab mencatat, rupa-rupanya Ananias & Safira ingin lebih dari itu! Akhirnya pemberian mereka justru berakibat buruk bagi mereka, bukan sekedar buruk, tapi membuat Tuhan murka terhadap mereka yang akhirnya harus mencabut nyawa mereka seketika itu juga! Pemberian mereka akhirnya menjadi pembawa cacat da noda di tengah persekutuan, juga tentunya menjadi penyebab kemurkaan Tuhan, sehingga Tuhan akhirnya harus menghukum mereka dengan tidak tanggung-tanggung. Pemberian mereka akhirnya menjadi dosa!

KALIMAT KUNCI

Apa sajakah yang akhirnya bisa membuat kasih atau pemberian kita menjadi cacat atau noda dalam persekutuan? Atau, apa sajakah yang dapat mengubah pemberian kita akhirnya menjadi dosa?

MEMBERI DENGAN MOTIVASI YANG SALAH. MEMBERI KARENA INGIN DIPUJI DAN DISANJUNG ORANG BANYAK.

  • Rupanya Ananias dan Safira ingin lebih dari sekedar penerimaan. Mereka juga ingin pengakuan. Mereka ingin dipuji manusia. Inilah akhirnya yang membawa pemberian mereka menjadi dosa bagi mereka bahkan dosa di tengah persekutuan. Menginginkan pujian dari manusia sudah merupakan bukti yang cukup kalau motivasi mereka dari kedagingan bukan dari Roh Kudus.

    Rick Warren: Ini adalah dosa orang Farisi yang masih bertahan dalam gereja sampai hari ini. Melayani hanya di hadapan orang yakni melayani untuk membuat orang terkesan dengan seberaparohaninya kita. Tindakan menolong orang lain, member dan bahkan berdoa, mereka ubah menjadi pertunjukkan bagi orang lain. Rick Warren katakan bahwa Tuhan Yesus sangat membenci sikap seperti ini (Matius 6:1). Di surge, Allah dengan terang-terangan akan member upah kepada pelayan-pelayan-Nya yang paling tersembunyi dan paling tidak dikenal, yaitu orang-orang yang mungkin tidak pernah kita dengar di bumi, yang mengajar anak-anak yangterganggu emosinya, yang membersihkan orang-orang jompo yangtidak bisa mengontrol pembuangan mereka, yangmerawat penderita AIDS, dan yang melayani dengan ribuan cara yang tidak terlihat oleh orang lain.”
  • Ditambah lagi: Sangat terlihat dalam kisah ini dimana Ananias dan Safira menaruh kepastian masa depan mereka pada harta dan jumlah uang yang mereka miliki bukan pada Tuhan. Bahkan mungkin mereka menaruh ketergantungan dan kepercayaan mereka terhadap harta mereka lebih daripada Tuhan!
  • Rupanya mereka berdua tidak bisa menanggung apa yang dilakukan orang lain, yakni memberi seluruhnya pada Tuhan dan sepenuhnya percaya pada kesetiaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  • Pengaruh kedagingan atau pengaruh setan dalam diri mereka, keinginan untuk dipuji orang, ketergantungan dan pengandalan pada harta membawa Ananias & Safira pada dilemma. Bagaimana supaya bisa dipuji orang atas apa yang mereka beri tapi juga tanpa kehilangan seluruh harta mereka? Karena suara Iblis / Setan juga (saya yakin), mereka mendapat solusinya! BERDUSTA, MENIPU / TIDAK JUJUR!

MEMBERI DENGAN DUSTA & KETIDAK-JUJURAN.

  • Perhatikan Ps.5:1-2. Suami isteri ini akhirnya bekerja sama merencanakan untuk menyimpan sebagian uang dari penjualan milik mereka dalam kotak deposit mereka dan kemudian sisanya diberikan pada para Rasul. Yang pasti mereka tidak akan mengatakan kepada orang banyak kalau mereka memberikan semua uang daripenjualan ; mereka membiarkan orang mengira seperti itu. Dan, harapan mereka adalah mereka pasti langsungdikenal orang sebagai orang percaya yang rohani yangmengorbankan diri dan menterahkan semuanya pada Tuhan.
  • Adakah yang salah dengan rencana dan pemberian mereka? Bukankah mereka tidak benar-benar berbohong? Bukankah mereka hanya memberikan uang dan tidak berkata apa-apa tentang persentase yang diberikan?
  • Mereka memang tidak benar-benar berbohong! Tapi, perhatikan apa yang dikatakan Rasul Petrsu kepada mereka dalam Ay.3-4: Mereka tidak diharuskan menjual milik mereka! Bahkan setelah mereka menjualnya juga, mereka tidak diharuskan memberikan seluruhnya untuk persekutuan.
  • Dosa utama dari Ananias dan Safira adalah: Ketidakjujuran, penipuan, berpura-pura, memberikan kesan yang salah tentangdiri mereka, menunjukkan kerohanian yang lebih besar dari sebenarnya, membiarkan orang lain berpikir lebih dari yang sebenarnya. Mereka berdua lebih tertarik dalam apa yang kelihatan daripada yang sebenarnya!
  • Tindakan mereka ini dicap oleh para Rasul sebagai tindakan mendustai Allah bukan hanya sekedar mendustai para rasul atau manusia!

    Kisah seorang yang bernama ‘Jake Thielke’: Jake Thielke telah membeli sebuah piano seharga $700 pada penjualan barang-barang peninggalan keluarga. Thielke dan Diane istrinya ingin mengetahui apakah piano dari kayu ek yangtelah berumur 1 abad tersebut masih layak dipakai dan diperbaiki atau tidak. Oleh sebab itu mereka membawanya ke seorangteknisi piano bernama Dan Shereda untuk memeriksanya. Waktu memeriksa piano tersebut, rupanya Shereda menumukan bungkusan-bungkusan kecil gulungan uang lembaran $5, $10 dan $20 dari tahun 1930-an yang terbungkus rapi telah bulukan dan bau dari bagian belakang instrument / piano tua tersebut. Setelah dihitung ternyata uang tersebut berjumlah $140.000. Shereda katakan, ia sudah bekerja sebagai teknisi piano selama kurang lebih 17 tahun dan tidak pernah menemukan sesuatu yang tersembunyi di dalam sebuah piano sampai sekarang ini. Apa yang Jake & Diane lakukan? Mereka segera berkonsultasi kepada seorang pengacara. Si pengacara menyimpulkan bahwa uangitu ternyata secara sah masih merupakan milik mendiang Harley Stimm, yangmenyembunyikan uang itu dalam sebuah kasur dan buku-buku sebelum kematiannya. Jake & Diane langsung mencari keluarga dari Harley Stimm yang masih hidup dan memberikan uang $ 140.000 tersebut. Mereka berdua katakan bahwa mereka tidak pernah menyesali perbuatan / keputusan tersebut. “Secara moral, kami percaya kami melakukan hal yang benar, kata Thielke. “Saya merasa tidak berhak menyimpannya.”
  • Cerita dari Dr. George Sweeting – Mantan Rektor Institut Alkitab Moody: Kisah tentang seorang professor trigonometri yang setelah memberikan ujiannya. Selalu mengucapkan kata-kata ini kepada para mahasiswanya: “Hari ini saya member kalian dua ujian. Yang pertama adalah ujian trigonometri ; yang kedua adalah ujian kejujuran. Saya harap kalian bisa lulus dalam keduanya. Bagaimanapun juga, kalau kalian hendak gagal, gagallah dalam trigonometri. Ada banyak orang baik di dunia ini yang gagal dalam trigonometri, tetapi tidak ada orang baik di dunia ini yang gagal dalam ujian kejujuran.”

APLIKASI / KESIMPULAN

  1. Bagaimana dengan kita dan juga persekutuan kita di gereja ini? Yang ada kasih dna kepedulian terhadap kepentingan orang lain ataukah yang ada egoisme dan selfish / mementingkan diri sendiri? Waktu kita makan bersama, apakah kita masih memikirkan orang lain? Atau ketika mengambil makanan tanpa peduli apakah yang lain kebgian atau tidak? Kalau ada saudara-saudara sepersekutuan yang menderita, sakit, miskin, problem keluarga, musibah…..apakah kita masih peduli, iba atau tetap acuh tak acuh?
  2. Bagaimana dengan motivasi kita dalam melayani dan juga memberi? Apakah kita member dengan motivasi yang tetap berlandaskan egoism kita? Misalnya: Memberi supaya dilihat dan dipuji orang? Memberi supaya diberkati Tuhan berlipat kali ganda? Memberi karena malu kalau tidak memberi?
  3. Apakah kita memberi dengan jujur dan terbuka di hadapan Tuhan? Apakah kita masih jujur dengan hartadan keuangan kita dihadapan Tuhan? Apakah kita member dengan rasa hormat dan takut kepada Tuhan? Apakah kita member masih dengan hitung-hitungan kepada Tuhan dan masih dengan rasa takut kekurangan jika member sedikit lebih banyak bagi pekerjaan Tuhan?
  4. Bagaimana dengan hubungan suami-isteri kita, khususnya dalam hal menyatakan kebenaran? Bagaimana dengan hubungan suami dan isteri kita khususnya dalam masalah harta dan keuangan kita? Bagaimana dengan hubungan suami isteri kita khususnya dalam hal persembahan kepada Tuhan. Mash adakah kompromi dalah hubungan suami isteri kita?
  5. Hati-hati dengan dosa yang kita lakukan di tengah-tengah persekutuan atau tubuh Kristus! Ketika kita masuk dalam sebuah persekutuan yang benar, secara langsungkita sedang bersentuhan dengan kepala dari persekutuan atau tubuh itu yakni Kristus sendiri. Hati-hati denga ndusta atau ketidak jujuran di tengah persekutuan dalam bentuk apapun! Kita berhubungan langsung dengan Krsitus atau Allah sendiri!

Amin
Solideo Gloria.


No comments yet.
(*) Required fields

 
Quick Facts

Pastor
Rev. Ricky David Lomban

Sunday Service
starts at 3:30 PM

Address
7360 Foster Bridge Blvd.
Downey, CA, 90240

Come and Join Us!!!

 
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar yang lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (1 Kor. 3:11)
     
Gereja Misi Injili Indonesia - U.S.A. (Downey, CA) | 2007 - 2011
Website design and management by EnggWeb.com
Home

Our Programs

Local Programs
Mission Programs

Pastor's Blog

 

News

About Us

History of GMII
Vision & Mission
Our Pastor
Our Congregations

Events
Galleries

 

Contact

Local Pastor
Fellowship Schedule
Church Address
Administrative
Children Ministry
Counseling & Prayer
Contact Form