I TESALONIKA 2 : 3-6, Malam Doa GMII USA, Di Kel. Boy Sitepu, 2 Oktober 2009
INTRODUKSI
Seperti sudah saya jelaskan minggu lalu, pelayanan Paulus di Tesalonika tergolong sebuah pelayanan yang sukses. Untuk pertama kalinya Paulus meraih keberhasilan dalam menjangkau orang-orang kalangan atas. Melayani dalam waktu singkat tapi orang-orang yang dilayani punya iman yang luar-biasa, walaupun tanpa kehadiran Paulus iman mereka tidak tergoncangkan di tengah segala tantangan. Dengan masuknya Paulus dan Injil di Tesalonika, seluruh Asia dan Eropa akhirnya mendengar Injil. Paulus juga membuktikan diri dalam pelayanannya tidak memberatkan orang-orang di Tesalonika. Walaupun orang-orang yang dia layani tergolong orang mampu, tapi Paulus tetap menganggap perlu menjaga jangan sampai berhutang kepada pengikutnya. Bukan bahwa orang-orang tersebut tidak bermurah hati, tapi Paulus tampaknya takut bahwa keadaan jemaat yangberkembangitu akan mendorong tumbuhnya benalu, kecuali ia sendiri member contoh sebagai orang yang menanggung biaya hidupnya sendiri dengan seketat-ketatnya. Ia tidak mau menjadi beban bagi jemaat yang ia layani.
KALIMAT PERALIHAN
Sesukses-suksesnya pelayanan, ada saja tantangan. Keberhasilan sebuah pelayanan akan teruji ketika tantangan itu datang. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada gereja yang sempurna. Tidak ada hamba Tuhan yang sempurna. Sebanyak-banyaknya simpatisan, pasti ada saja oposan, sebanyak-banyaknya oposisi, pasti ada saja simpatisan. Ternyata pelayanan Paulus yang tergolong sukses itu tetap saja menghadapi tantangan berupa fitnahan-fitnahan dan tuduhan dari orang-orang yang tidak senangdengan kehadiran Paulus di Tesalonika. Paling tidak ada beberapa bentuk tuduhan terhadap diri dan pelayanan Paulus :
- Mereka menuduh bahwa pemberitaan Paulus adalah penipuan terang-terangan.
- Mereka menuduh bahwa pemberitaan Paulus timbul dari maksud danb motivasi yang tidak murni.
- Mereka menuduh bahwa pemberitaan Paulus penuh dengan kelicikkan yang dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain.
- Paulus juga dipersalahkan karena mencoba untuk nenyenangkan manusia, bukan menyenangkan Allah.
- Paulus juga dituduh oleh mereka ingin mencari keuntungan untuk diri sendiri dari pekerjaan pengabaran Injilnya. Juga dituduh ingin mencari pujian dari dirinya sendiri.
KALIMAT KUNCI
Mendengar semua tuduhan dan fitnahan tersebut, Paulus merasa harus mengadakan pembelaan, harus mengklarifikasi semuanya. Dalam Ps.2:3-6 ini berisi beberapa pembelaan Paulus terhadap tuduhan-tuduhan tersebut, tapi sekaligus akan menjadi kekuatan bagi kita semua dalam menghadapi setiap tantangan dalam pelayanan. Ingatlah bahwa dimanapun kita melayani, sesempurnanya kita dan pelayanan kita, pasti ada saja tantangan, pasti saja ada fitnahan dan tuduhan. Saya percaya, jika kita menerapkan prinsip-prinsip dalam pembelaan Paulus ini, kita semua akan selalu kuat dalam menghadapi semua tantangan dalam pelayanan kita :
ISI KHOTBAH
TIGA KUNCI PELAYANAN YANG BERHASIL – TETAP KUAT DI TENGAH TANTANGAN :
- MELAYANILAH DENGAN MOTIVASI YANG MURNI, JANGAN DISERTAI DENGAN TIPU DAYA (Ay.3).
- MELAYANILAH DENGAN TUJUAN MENYUKAKAN HATI ALLAH, BUKAN MENYUKAKAN HATI MANUSIA. TIDAK BERMULUT MANIS DI HADAPAN MANUSIA (Ay.4-5).
- MELAYANILAH BUKAN DENGAN HARAPAN MENDAPATKAN PUJIAN DARI MANUSIA, SEKALIPUN SEPERTINYA LAYAK UNTUK MENDAPATKANNYA (Ay.6).
Ciri Seorang Pelayan Sejati :
- Pelayan sejati memberikan diri mereka untuk melayani. Mereka tidak memenuhi waktu mereka dengan berbagai pencarian lain yang bisa membatasi kesiapsediaan mereka. Mereka ingin selalu siap untuk melompat ke dalam pelayanan bila dipanggil.
- Pelayan sejati memperhatikan kebutuhan. Merekaselalu siap sedia untuk berbagai cara menolong orang lain.
- Pelayan sejati melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. Mereka tidak mencari-cari alasan, menunda, atau menunggu keadaan-keadaan yang lebih baik. Mereka selalu melakukan apa saja yang perlu dilakukan.
- Pelayan sejati mengerjakan setiap tugas dengan dedikasi yang sama. Apapun yangmereka kerjakan, selalu mereka kerjakan dengan sepenuh hati. Besarnya tugas tidaklah penting. Yang penting bagi mereka hanyalah apakah tugas itu perlu dikerjakan?
- Pelayan sejati setia pada pelayanan mereka. Mereka selalu menyelesaikan tugas-tugas mereka, memenuhi tanggung-jawab mereka, memegang janji-janji mereka, dan menyelesaikan komitmen mereka. Merekatidak meninggalkan pekerjaan separuh selesai, dan mereka tidak berhenti ketika mereka patah semangat. Mereka bisa dipercayai dan bisa diandalkan.
- Pelayan sejati tetap rendah hati. Mereka tidak berpromosi atau menarik perhatian bagi diri mereka sendiri. Jika mereka dikenali karena pelayanan mereka, mereka dengan rendah hati menerimanya, tetapi tidak membiarkan kemasyuran mengalihkan mereka dari pelayanan mereka.
Ricky Warren: “Promosi diri dan kepelayanan tidaklah cocok. Pelayan yang sejati tidak melayani untuk mendapatkan penghargaan ataupun pujian dari orang lain. Mereka hidup untuk dipandang Allah. Anda tidak akan menemukan banyak pelayan sejati yang menjadi pusat perhatian ; sesungguhnya mereka menghindarinya kalau bisa. Sayangnya banyak pemimpin sekarang memulai sebagai pelayan tetapi berakhir sebagai selebriti.”
Kekuatan / Dasar dari pembelaan Paulus :
- Allah yang menganggap kami layak (Ay.4a)
- Allah yang menguji hati (Ay.4c)
- Allah adalah saksi (Ay.5b)
- Orang-orang yang dilayani juga menjadi saksi hidup / saksi langsung (Ps.2:10). Bandingkan pernyataan Paulus dalam Ps.2:10 dengan pernyataan Nabi Samuel dalam I Sam.12:3-5.
PENUTUP
Hanya sedikit pengkhotbah yang pernah mengalami jenis kritik yang dialami oleh Charles H. Spurgeon ketika ia memulai pelayanannya di London. Artikel-artikel majalah dan pamphlet terus-menerus mengulas karakter, kata-kata, karya dan motif pengkhotbah muda ini, dan sebagian besar dari itu semua sama sekali tidak bersimpati. Lebih dari satu penulis bahkan mengekspresikan keraguan bahwa Spurgeon pernah berpindah kepercayaan. Khotbah-khotbahnya disebut ‘sampah’ dan ia diibaratkan sebagai roket yang akan membumbung tinggi kemudian mendadak lenyap dari pandangan! Apa yang ia lakukan? Tanya seorang penulis. Dia itu hamba siapa? Bukti apa yang dia berikan bahwa secara instrumental, pelayanannya adalah pelayanan yang tulus, memuliakan Kristus, mengungkapkan kebenaran, mempertobatkan orang berdosa, member makan gereja dan menyelamatkan jiwa? Penulis itu adalah Pdt. Charles Walters Banks. Pernahkah anda mendengar tentang dia? Pada mulanya kritik ini sangat melukai Spurgeon. Namun kemudian Tuhan memberinya damai sejahtera dan kemenangan. Mendengar laporan-laporan yang memfitnah karakter dan pelayanannya minggu demi minggu bisa saja membawanya pada kekalahan ; tetapi ia jatuh bertelut dan berdoa, “Tuhan aku tidak akan menahan karakterku sekalipun demi Engkau. Kalau aku harus kehilangan itu juga, maka biarlah itu berlalu ; itu adalah milikku yang paling kusayangi, tetapi itu akan berlalu bila speerti Tuhanku, mereka mengatakan bahwa aku kerasukkan setan, gila atau seperti Dia, aku adalah peminum dan pemabuk."
Ny. Spurgeon, mengetahui pencobaan-pencobaan yang sedangdialami suaminya. Kemudian ia mempersiapkan suatu motto untuk digantung di dinding kamar mereka, dengan Matius 5:11-12 sebagai teksnya. Firman Tuhan berkarya dan pengkhotbah itu memenangkan peperangan. Luther benar ketika ia mengatakan bahwa ‘cinta seorang wanita’ merupakan pertolongan besar dalam masa-masa yang mematahkan semangat; dan berbahagilah isteri pendeta itu yang mengetahui kapan suaminya membutuhkan sentuhan cinta dan pengertian ekstra.
AMIN.
SOLIDEO GLORIA!