I TESALONIKA 2:1-2, Malam Doa GMII USA Di Kel. Simson Ginting, 25 September 2009
INTRODUKSI
Untuk mengerti surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika ini, dan juga kalimat-kalimat Paulus dalam suratnya ini, kita perlu mengetahui beberapa hal:
KOTA TESALONIKA
Kota Tesalonika adalah salah satu kota di Propinsi Makedonia (ada kota lain juga di propinsi ini yang kita kenal yakni : Filipi). Makedonia ini adalah wilayah di bawah kekuasaan kerajaan Alexander Agung (Iskandar Agung) yang pada waktu itu telah menaklukkan seluruh dunia bahkan menangis karena tidak ada lagi wilayah di dunia pada waktu itu yang dapat ditaklukkannya. Alexander Agung yakin bahwa dia telah diutus Allah untuk mempersatukan, meneduhkan dan mendamaikan seluruh dunia. Cita-citanya adalah mempersatukan dunia Timur dan dunia Barat. Kota pertama yang dikunjungi Paulus adalah Filipi, setelah itu baru mengunjungi Tesalonika. Disinilah awal mula Injil tersebar di seluruh dataran Eropa. Semua penafsir meyakini ini waktu Tuhan, karena sebenarnya Paulus harus mengunjungi tempat lain, tetapi tiba-tiba membatalkannya karena dia meyakini Roh Kudus memimpin dia untuk mengunjungi wilayah Makedonia.
Kota Tesalonika itu sendiri adalah kota besar, bahkan ketika didirikan langsubngmengungguli kota-kota tetangganya yang lebih tua dan menjadi kota besar utama di wilayah Makedonia. Bahkan, Tesalonika masih merupakan kota utama sampai hari ini. Kota ini dulunya bernama Termai, yang artinya sumber air panas. Di Tesalonika juga terdapat pelabuhan yang sangat terkenal. Raja Persia pernah mendirikan armada lautnya ketikamenyerang Eropa. Di sana juga terdapat dermaga galangan kapal terbesar di seluruh dunia. Tahun 315 SM didirikan kembali oleh Kassander dan member nama baru yakni ‘Tesalonika’ sesuai dengan nama isterinya yang adalah anak Filipus dari Makedonia yang juga adalah saudara tiri dari Alexander Agung. Bahkan pada waktu itu sempat dipersoalkan mana sebenarnya yang seharusnya menjadi ibukota dunia Tesalonika atau Konstantinopel.
PELAYANAN PAULUS DI TESALONIKA
Datangnya Paulus di Tesalonika untuk mengabarkan Injil, berarti juga menjadi pusat sejarah dunia, karena mendatangi Tesalonika untuk mengabarkan Injil itu berarti berhasil menginjili seluruh dunia. Semua orang pada waktu itu meyakini, jika Injil atau kekristenan tiba di Tesalonika berarti akan tersebar ke seluruh Asia, seluruh Eropa dan seluruh dunia. Kedatangan Injil / kekristenan di Tesalonika merupakan titik penting yang menjadikannya sebagai agama dunia.
Kisah pelayanan Paulus di Tesalonika bisa kita baca dalam Kisah Para Rasul 17:1-10. Rupanya Paulus melayani di kota Tesalonika sangat singkat waktunya, hanya 3 minggu. Paulus berkhotbah di sinagoge2 hanya 3 minggu.
Tetapi di Tesalonika inilah tercatat untuk pertama kalinya pelayanan Paulus mendapat banyak pengikut dari golongan masyarakat kelas atas. Tapi kesuksesan inilah yang mendatangkan kemarahan besar di tengah orang Yahudi, walaupun mereka tidak berhasil mempengaruhi pemerintah seperti di tempat lain, sehingga mereka akhirnya mencari jalan dengan menimbulkan kerusuhan dengan maksud memaksa pemerintah setempat untuk mengambil tindakan terhadap Paulus. Akhirnya ada juga penguasa yang terpengaruh oleh hasutan sehingga dengan cara halus menyingkirkan Paulus tapi tanpa kekerasan.
ALASAN PAULUS MENULIS SURAT INI
Karena singkatnya pelayanan Paulus di Tesalonika, maka timbullah kecemasan dari Paulus mengenai kondisi iman dari orang-orang / jemaat (selama di Tesalonika hanya ada1 jemaat yang berdiri) yang ada di Tesalonika. Apakah mereka masih bisa bertahan, sedangkan mereka belum benar-benar berakar. Injil juga belum disampaikan seluruhnya. Kebenaran2 belum disampaikan sepenuhnya. Apalagi dengan orang-orang yang bermaksud menghambat dan membasmi kekristenan pada waktu itu. Akhirnya Paulus mengutus Timotius untuk mengecek kondisi orang-orang yang pernah dia layani di Tesalonika.
Setelah Timotius kembali, ternyata tidak seperti yang dicemaskan oleh Paulus.
Timotius membawa kabar baik: “Perasaan orang-orang Tesalonika terhadap Paulus masih tetap kuat dan mereka tetap berdiri teguh dalam iman. Pelayanan Paulus walaupun singkat, tapi rupanya sangat membekas di hati orang-orang Tesalonika. Pengajarannya walaupun belum sempat mendalam ,tapi sudah cukup membuat orang-orang Tesalonika bisa berdiri teguh dalam iman mereka.”
Tapi rupanya selain berita baik, ada juga sedikit hal yang merisaukan:
- Kelompok ekstrim yang meresponi pengajaran Paulus tentang ‘second coming’. Mereka tidak bekerja lagi karena mananti kedatangan Kristus kedua kali.
- Mereka bingung dengan orang-orang yang sudah mati sebelum kedatangan Kristus.
- Ada juga yangmasih terikat dengan tradisi nenek moyang bahkan tradisi kafir sehingga cenderung kembali ke hidup lama mereka.
- Tetap ada fitnahan terhadap Paulus walupun sudah tidak di sana. Ada yang menuduh Paulus melayani di Tesalonika demi keuntungandiri sendiri.
- Dalam jemaat masih ada perselisihan-perselisihan kecil.
ULASAN I TESALONIKA 2:1-2
Setelah mengetahui semua latar-belakang ini, barulah kita bisa memahami apa yang ditulis Paulus dalam Ps.2:1-2 ini : “Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.”
Ada beberapa hal yang dapat menjadi pelajaran penting untuk kita dari 2 ayat ini, juga dengan mengerti latar-belakang penulisan surat ini:
- Dampak sebuah ketaatan. Karena ketaatan Paulus kepada suara / pimpinan Tuhan untuk melayani di Tesalonika punya dampak yang sangat luas – Injil bisa sampai ke seluruh dunia. Ketaatan kita dalam hidup pribadi, dalam keluarga, juga dalam pelayanan selalu akan berdampak luas, karena Tuhan punya maksud yang lebih mulia. Tuhan yang Mahatahu itulah yang memimpin jalan hidup dan pelayanan kita.
- Dampak keterlibatan Tuhan. Jika Tuhan terlibat / kita libatkan dalam hidup kita juga pelayanan kita, segala keterbatasan, segala kekurangan akan disempurnakan oleh Tuhan yang Mahakuasa. Paulus hanya3 minggu berkhotbah tapi karena waktu Tuhan dan juga keterlibatan Tuhan, apa yang ditakuti Paulus tidak terjadi. Paulus terbatas dari segi waktu, tapi iman jemaat tetap kokoh dan kuat.
- Prinsip Pelayanan Kristen: Pelayanan dengan ‘Hati Seorang Hamba’ – Prinsip Kerendahan hati. Di mata dunia, pelayanan Paulus di Tesalonika terhitung sangat sukses, karena melayani dalam waktu yang singkat, tapi iman jemaat tetap kuat. Dengan melayani di Tesalonika, Injil bisa sampai ke seluruh dunia. Masuknya Paulus / masuknya Injil di Tesalonika menjadi sorotan dunia dan menjadi pusat sejarah kekristenan di sleuruh dunia. Tapi dalam suratnya, Paulus tetap mengatakan bahwa semua pelayanan bisa berjalan karena pertolongan Allah kita yang kuat.
- Pelayanan dengan ‘Hati Yang Besar’ – Prinsip Ketegaran hati. Sebanyak-banyaknya simpatisan pasti ada saja oposan, demikian juga sebaliknya. Dimana saja melayani pasti ada saja tantangan, pasti ada saja fitnahan dan ejekan atau salah sangka. Berjalan dalam ketaatan bukan berarti bebas dari segala hambatan dan tantangan. Jangan sampai tantangan pelayanan membuat kita mundur. Yang pasti, jika berjalan dalam ketaatan, jika Tuhan terlibat dalam hidup dan pelayanan kita, tidak ada yang akan sia-sia!
Renungan ini disampaikan oleh:
Pdt. Ricky Lomban
Solideo Gloria!