March 16, 2009, 11:56 am
Teks Alkitab : Matius 24:3-14 ; II Timotius 3:1-9. Topik ini dikhotbahkan oleh Pdt. Ricky Lomban, pada Perayaan Natal GMII Downey, 15 Desember 2007.
INTRODUKSI
Apa yang kita ingat setiap kali memasuki bulan-bulan natal atau apakah yang ada dalam ingatan kita setiap kali merayakan natal seperti malam ini? Maria & Yusuf, Para Gembala, Para Majus dari Timur? Kandang yang hina Betlehem? Apakah kita juga ingat bahwa sebagaimana Yesus lahir sekitar 2000 tahun yang silam, yang tentunya adalah penggnepan nubuatan Alkitab, Ia juga pasti akan dating kembali untuk kedua kalinya?
Tahukah kita bahwa ada sekitar 200 ayat menubuatkan kedatangan Yesus I dan seluruhnya digenapi secara akurat? Misalnya: Lahir dari keluarga Yehuda, Dilahirkan dari seorang perawan, Lahir di kota kecil Betlehem, Dia dan keluarganya akan lari ke Mesir, Dia akan menyembuhkan orang-orang sakit, pengikutNya sendiri akan menghina dan menolakNya, Akan dikhianati oleh seorang sahabat, akan dijual seharga 30 keping perak, disalibkan bersama orang-orang berdosa, lambungnya akan di tikam, dibangkitkan dari antara orang mati dan naik ke sorga?
Tahu jugakah kita bahwa ada sekitar 300 ayat dalam Alkitab kita yang menubuatkan kedatangan Yesus II? Tim Lahaye & Jerry Jenkins dalam ‘Apakah Kita Sedang Hidup di Akhir Jaman?’ menuliskan: “Karena kedatangan-Nya yang pertama itu merupakan fakta / bukti sejarah, maka kita setidak-tidaknya harus lima kali lebih yakin bahwa IA pasti dating untuk kedua kalinya.
KALIMAT PERALIHAN
Saya tertantang dengan sebuah tulisan pendek dari satu buku yang saya baca, ‘Bahaya Di Balik Kekristenan Materialistik – Teologi Kemakmuran & Kedatangan Tuhan’: “Karena gereja enggan membahas kedatangan Tuhan yang kedua kali, sehingga Tuhan memakai Hollywood untuk memperingatkan dunia mengenai apa yang akan terjadi, meskipun kadang-kadang film-film yang beredar mengacaukan pesan Alkitab, sesungguhnya Hollywood sangat berminat pada tema-tema akhir jaman.”
Tiap kali kita merayakan natal, seharusnya kita terus saling mengingatkan bahwa sebagaimana kita percaya kelahiran Yesus, kita juga harus percaya bahwa Yesus akan dating kembali. Natal bukan hanya waktu untuk merayakan kelahiran Yesus, mengingat bahwa Yesus benar-benar telah lahir ke dalam dunia, tetapi Natal juga seharusnya menjadi waktu untuk memberitakan bahwa Yesus pasti dating kembali.
Yang pasti Ia tidak lagi akan dating sebagai anak manusia yang menderita, tidak lagi akan dating sebagai bayi kecil di kandang hina Betlehem, tetapi Ia akan dating sebagai Tuhan yang Mahakuasa, sebagai Raja, sebagai Hakim yang Agung, Ia tidak lagi akan dating sebagai Anak Domba, tetapi sebagai Singa dari Yehuda, Ia tidak lagi dating sebagai Penebus Dosa, tetapi akan dating sebagai Hakim Yang akan menghakimi orang berdosa.
ISI KHOTBAH
Tuhan Yesus pernah berkata, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. IA akan dating seperti pencuri, sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia dating pada saat yang tidak kamu duga.” Alkitab atau Tuhan Yesus hanya memberitahukan kepada kita tanda-tanda yang akan menandai kedatanganNya akan segera terjadi.
TANDA-TANDA KEDATANGAN TUHAN KEDUA KALI
Jika kita meneliti Alkitab, maka kita akan menemukan paling tidak ada beberapa tanda yang telah Tuhan berikan kepada kita:
Tanda-tanda pada Alam (Matius 24 ; Markus 13 ; Lukas 21 ; Beberapa ayat dalam Kitab Wahyu) : Gempa bumi, bencana alam dimana-mana, Yang menarik kata yang dipakai dalam Wahyu 6:12-14 adalah ‘asteres = asteroid’. Ada ketakutan tersendiri dari para peneliti di AS, sejak tahun 1998 mereka menemukan bahwa ada asteroid selebar satu mil yangdiperkirakan akan melayang di dekat bumi dalam jarak 48.000 km pada tgl 28 Oktober 2028. Ketakutannya adalah asteroid ini menabrak bumi kita. Tahun 1994 meteor pernahmenabrak Lautan Pasifik. Meteor itu meledak kira-kira setinggi 18 km di atas bumi dengan kekuatan 70 kiloton TNT, kurang lebih 3,5 kali lebih kuat daripada bom-bom yang menghancurkan Hiroshima-Nagasaki.
Tanda-tanda pada Dunia : Kelangkaan Makanan, Krisis Ekonomi Dunia, Perang dimana-mana, munculnya virus-virus baru, penyakit baru bermunculan. Saya pernah membca beberapa informasi seputar tanda-tanda ini:
1. Salah satu ketakutan yang dirasakan oleh para pemimpin keamanan nasional AS adalah kemungkinan adanya teroris yang menyelundupkan virus ke AS untuk menciptakan bahaya di seluruh AS yakni penyebaran virus yang tidak dapat dilawan oleh tubuh kita.
2. Virus Ebola : Penyakit yang sangat menakutkan yang ditemukan dalam tubuh kera dimana daging binatang itu benar-benar mulai meleleh tubuhnya hancur, bola matanya terlempar keluar dan perutnya pecah hingga terbuka hanya dalam beberapa hari setelah terkena virus Ebola – Virus Ebola trerjangkitnya bukan karena kontak tubuh tetapi melalui udara.
3. Edisi International Newsweek melaporkan: Setiap hari ada 16.000 orang terkena HIV, hamper dua kali lipat dari tingkat penularan yang diperkirakan sebelumnya. Artinya sekarang ini di dunias ada kuranglebih 40 juta mengidap virus ini.
4. Saya percaya bahwa pasar saham AS sedang terpuruk. Pasar-pasar asing jauh lebih rentan. Cepat atau lambat pasar akan anjlok dan bila itu terjadi mereka yangtelah menginvestasikan hidup mereka pada hal-hal materi akan hancur. Menurut para pengamat, dibandingkan dengan keruntuhan Wall Street 1929, kejatuhan pasar Asia jauh lebih buruk.
5. Masalah perang : Ingat ‘bom kecil’ yang dijatuhkan AS di Hiroshima-Nagasaki? Bom kecil dengan kekuatan 20.000 ton dinamit tetapi menghancurkan : 70.000 jiwa mati seketika, Wilayah seluas 4,7 mil persegi = 3000 are itu sama sekali rata dengan tanah. Gelombang panasnya berpindah dengan kecepatan 12,5 mil per menit lebih dari 600 mil per jam hingga meremukkan dinding setebal 12 inci. Uni Soviet pernah memiliki sekitar 30.000 senjata nuklir yang masing-masing berkekuatan 100 megaton dan pernah diarahkan ke seluruh industry besar dan pemukiman di AS.
Tanda-tanda pada Perilaku Manusia (II Timotius 3:1-9)
Menurut Kitab Wahyu (Why 9:20-21) ada paling tidak tujuh dosa utama / yang paling menonjol dalam masa-masa penantian : Pemberontakkan menentang Allah, penyembahan roh-roh jahat, penyembahan berhala, pembunuhan, obat-obatan, percabulan/imoralitas seksual dan pencurian. Sedangkan bahasa Rasul Paulus dalam II Tim 3 adalah : Mementingkan diri sendiri, ketamakan/hamba uang, congkak/tinggi hati, penghujat, tidak taat kepada orang-tua, pemberontak, tidak tahu berterima-kasih, tidak hidup kudus, tidak tahu mengasihi, pelanggar janji dan pemfitnah, hidup tanpa kendali, kejam, penghina, penghianat, keras-kepala dan sembrono, materialistic dan hedonism (hanya ingin hidup enak dan senang.
Perhatikan jaman dimana kita hidup sekarang. Beberapa informasi yang saya ketahui / pernah baca :
o Akibat dari sikap mementingkan diri sendiri, tingkat perceraian di AS di atas 51%.
o Memakai nama Tuhan dengan sia-sia adalah hal yang biasa sekarang ini. Dulunya hanya biasa digunakan dalam kalangan militer, di club-club dan di lapangan olah-raga, tetapi sekarang karena (sekali lagi) Hollywood dan industry hiburan yang lain menghujat ini sudah umum dijumapi di film-film dan bahkan di televise. Perhatikan anak-anak kita sekarang!
o 70% dari anak muda yang dibesarkan dalam rumah-tangga Kristen tidak mengikuti iman orang-tuanya ketika mereka meninggalkan rumah orang-tuanya. Jika survey ini benar, itu berarti terjadi peningkatan 25% dari sekitar 20 tahun yang lalu. Anak makin memberontak, tapi para pekerja social dan ahli sosiologi makin berusaha menghalangi orang-tua untuk mendisiplinkan anaknya.
Tanda-tanda pada Gereja: Penyesatan, Penganiayaan, perpecahan. Yang positif dari kesemua tanda-tanda di atas adalah : Yang menjadi puncak dari seluruh tanda-tanda ini ‘Injil disampaikan ke seluruh dunia’. Ada beberapa informasi mengenai tanda-tanda ini yang patut kita renungkan :
o Belum pernah dalam seluruh sejarah ada perpecahan yang begitu besar dalam kekristenan. Sekarang ini ada lebih dari 350 denominasi, sekte dan ajaran sesat dalam gereja, khususnya Protestanisme di AS. Dan, semua mengaku bahwa mereka yang benar dan yang lainnya itu salah.
o Ada informasi juga yang menuliskan bahwa sebuah ajaran sesat yang baru sedikitnya sekali sebulan muncul di AS dan tidak peduli betapa pun fantastisnya dan penuh khayal pengajaran mereka atau betapa tidak masuk akalnya janji-janji mereka, tetapi selalu ada saja orang-orang yang mau disesatkan.
o Belum lagi bicara soal-soal ajaran-ajaran baru yang seringkali muncul dalam kalangan gereja sendiri. Atau juga adanya orang-orang yang menyatakan sebagai orang Kristen namun telah jauh menyimpang dari ajaran Alkitab demi mencari “injil” yang lebih cocok dan lebih pas di hati, yakni injil yang ‘diperlunak’ sehingga sesungguhnya tidak ada injil sama sekali. Semboyan mereka adalah, ‘Percayailah apa yang ingin anda percayai.’
HIDUP & SIKAP ORANG PERCAYA DALAM MENANTI KEDATANGAN TUHAN KEDUA KALI.
Jika meneliti dan mempelajari semua tanda-tanda yang telah Tuhan berikan kepada kita, bagaimanakah kita seharusnya hidup sebagai orang percaya, sebagai gereja dalam menanti kedatangan Tuhan kita yang kedua kalinya? Ketika saya merenungkannya, saya menemukan paling tidak ada empat sikap yang seharusnya menjadi sikap kita sebagai orang percaya dalam menanti Kedatangan Tuhan yang kedua :
1. Hidup Berjaga-jaga (I Tes.5:1-11).
Mengapa kita harus berjaga-jaga? Karena kita semua tidak tahu kapan waktunya tiba. Hanya itu yang Tuhan Yesus / Alkitab katakana kepada kita. Saya tidak bias membayangkan, bagaimana keadaan dunia ini, jika sekitar 2000 tahun lalu, ketika murid-murid bertanya dan Tuhan Yesus memberikan tanggal, bulan dan tahun yang pasti soal kedatanganNya yang kedua kali! Berjaga-jaga artinya: Kita harus selalu siap-sedia, tidak lengah, tidak santai dengan kehidupan kekristenan kita. Tidak bermain-main dengan hidup ini. Kadang-kadang kita lebih melakukan banyak persiapan dan antisipasi karena takut mobil kita atau rumah kita kemalingan daripada mengantisipasi kedatangan Tuhan kedua kali!
o Seorang Satpam Penjaga Malam yang bermimpi tentang tuannya yang akan bepergian ke luar-negeri, tapi karena mimpinya justru dia dipecat.
o Saya pernah membaca buku yang berjudul “Every Minute On Earth”. Apa saja yang terjadi dalam dunia ini dalam satu menit. Misalnya: Tahukah kita lebih dari 186 digital camera terjual di AS dalam satu menit, Di AS setiap menitnya 18.315 pounds makanan dibuang, Orang Amerika minum 208.333 cup kopi setiap menit, Pita suara manusia bergetar sebanyak 6000 kali setiap menitnya ketika kita bicara, rambut kita bertumbuh/bertambah panjang 0.00027 inch setiap menit, otak manusia bias mengirim dan menerima 6 trilion pesan setiap menitnya sementara tubuh kita tetap bekerja.
Hidup Setia & Tetap Terpaut pada Kebenaran (II Tim. 3:14).
Ingat perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 5:20 dan Matius 7:21-23 ! Dalam masa penantian ini, kita harus hidup dalam kebenaran. Iblis setiap saat berusaha membuat kita juga gereja untuk melenceng dari kebenaran. Yang Tuhan mau dari kita bukan sekedar tahu dan pandai bicara soal kebenaran, tapi kita harus hidup di dalamnya. Setia dan terpaut pada kebenaran artinya: Kita melakukan kehendak Bapa.
Pertanyaannya untuk kita adalah: Berapa banyak kebenaran yang kita tahu? Berapa banyakkah kita melakukannya? Berapa banyak dalam masa penantian ini kita mempelajari Firman Allah, kita hidup dalam merenungkan Alkitab. Jangan-jangan kita telah menghabiskan waktu dengan melakukan yang lain dan melupakan Firman Allah.
o Kata-kata Karl Barth : “Jika anda adalah orang yang terpelajar, berhati-hatilah kalau-kalau dengan semua pembacaan anda yang sarat pengetahuan (bacaan-bacaan di luar Alkita maksudnya) anda mungkin lupa membaca Alkitab.”
o Kisah seorang penggemar seni di New York : Dia senang menempelkan di kantornya hasil karya/koleksi etsaan (karya seni hasil goresan), termasuk etsaan Menara Pisa. Dia selalu melihat lukisan itu tergantung miring walaupun setiap hari dia selalu meluruskannya. Ternyata wanita yang selalu membersihkan kantornya setiap malam yang berkata: Sayalah yangselalu menggantungkan lukisan itu miring agar gambarnya/menaranya terlihat lurus. Hati-hati : “Dengan cara yang sama kita kadang menggubah ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan pendapat-pendapat kita sendiri atau untuk membuat kehidupan kita yang tidak sempurnan menjadi benar. Kita harus hati-hati agar jangan sampai kita memberlakukan kebenaran Firman Allah dengan tidak jujur, karena mengubah maknanya agar sesuai dengan gagasan-gagasan kitasendiri merupakan perbuatan yang berbahaya dan dosa yang besar.
Hidup untuk memberitakan Injil pada dunia (Ii Tim. 4: 1-2)
o Apa yang akan kita lakukan jika kita tahu, atau dokter memvonis hidup kita tidak lama lagi. Apa yang akan kita lakukan? Demikian pun dengan dalam menanti kedatangan Tuhan yang semakin dekat ini? Apa yang kita persiapkan. Tidak ada jalan lain tentunya : Kita harus menetapkan prioritas-prioritas hidup yang benar bukan waktunya lagi menunjukkan pandangan kita kepada hal-hal duniawi, pada pengumpulan materi, tetapi memusatkan perhatian pada apa yang Tuhan kerjakan melalui RohNya. Kita harus menetapkan priorotas kita menurut prioritas Tuhan dan tentu saja salah satunya adalah : “Menyebarkan Injil pada sahabat kita, saudara kita, keluarga kita dan dunia ini!”
o Sebaiknya kita mulai menginvestasikan hal-hal yang tidak akan berakhir mungkin hingga 1 juta tahun kemudian bukannya hal-hal materi yang berubah-ubah, bodoh dan fana.
o Dan yang jauh lebih penting adalah saatnya gereja, orangpercaya dari semua denominasi mulai berfungsi sebagai Tubuh Kristus yang sejati yang saling mempedulikan dan menolong sebagai keluarga Allah.
Bertobat dan tinggalkan hidup lama / dosa.
PENUTUP / KESIMPULAN
Neil Howe & Bill Strauss pernah menulis sebuah buku dengan judul “13th Gen: Abort, Retry, Ignore, Fail? Buku ini menceritakan tentang Orang-orang Amerika generasi ke-13 sejak benua ini ditemukan. Orang-orang yang lahir antar tahun 1961-1981. Penulis menyebut generasi ini sebagai ‘victim of bad luck and bad timing’. Mengapa? Karena generasi inilah dimana ibu-ibu As pertama kalinya mengenal pil-pil anti kehamilan, generasi pertama yang memperkenalkan yang namanya ‘divorce revolution’, pada generasi ini jugalah untuk pertama kalinya sekolah-sekolah tidak lagi menerapkan kurikulum tradisional. Akhirnya generasi ini menjadi orang-orang yang hidup dalam mengkombinasikan antara sikap optimis dan sikap pesimis mengenai hidup mereka.
Jika kita perhatikan Alkitab, maka Alkitab juga bicara pesimis soal hidup manusia di akhir jaman ini, tetapi Alkitab juga bicara optimis soal kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Kita siap atau tidak siap, Tuhan akan tetap datangdan akan menghakimi dunia ini. “READY OR NOT JESUS IS COMING.” Amin !
SOLIDEO GLORIA!